Dari dua Pos Tempat Pemungutan Retribusi (TPR), Pos Tepus Malam dan Pos Pok Tunggal, Kalurahan Tepus telah mencatat realisasi pendapatan sebesar Rp 790.918.500 hingga 31 Oktober 2025.
Kaur Kalurahan Tepus Danarta mengatakan, meski capaian tersebut cukup signifikan, Dinas Pariwisata tetap menekankan pentingnya upaya intensif untuk mengejar target pendapatan daerah yang telah ditetapkan.
Dengan sisa waktu dua bulan, kini pihaknya didorong agar terus memaksimalkan potensi yang ada.
“Proyeksi target pendapatan kabupaten tahun ini sebesar Rp 33,54 miliar, dan hingga akhir Oktober baru terealisasi sekitar Rp 22,67 miliar,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu, (30/11/2025).
Dari hasil rekonsiliasi, kata Danarta , retribusi yang dikumpulkan melalui kedua pos di Tepus menjadi bagian penting bagi pendapatan sektor wisata Gunungkidul.
Hal ini sekaligus menentukan besaran bagi hasil retribusi yang diterima kalurahan. Sementara itu Lurah Tepus, Hendro Pratopo menyebut beban target dari dinas diteruskan kepada penjaga pos retribusi, sementara 25 persen dari pendapatan akan kembali ke kalurahan.
Pihaknya berkomitmen penuh dalam mengoptimalkan pendapatan retribusi pariwisata di dua pantai utama wilayah Tepus.
“Target pastinya saya belum menerima angka detail, tapi untuk saat ini kami memang masih kurang dan belum memenuhi target. Kami punya dua pintu masuk retribusi, salah satunya untuk Pantai Indrayanti pada shift malam,” ujar Hendro.
Namun, menurutnya, tantangan terbesar tahun ini adalah penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke Pantai Indrayanti yang dulunya menjadi primadona.
Ia mengaku, kini wisatawan lebih banyak ke Pantai Drini. Sementara di Pantai Indrayanti, yang pihaknya jaga pada shift malam cenderung sepi.
Selain itu, akses menuju kawasan Indrayanti yang bisa ditembus melalui pos retribusi Baron turut memengaruhi pendapatan yang masuk melalui pos Tepus.
“Itu juga jadi kendala, karena wisatawan bisa lewat jalur lain sehingga tidak semua masuk melalui pos Tepus,” tambahnya.
Untuk mencegah kebocoran pendapatan, Hendro menegaskan bahwa pihaknya rutin melakukan pengawasan dan pembinaan kepada para petugas.
Ia berharap dengan pengawasan ketat dan optimalisasi di lapangan, kontribusi Tepus terhadap pendapatan pariwisata daerah dapat terus meningkat, serta membantu pencapaian target pendapatan Kabupaten Gunungkidul hingga akhir tahun anggaran.
“Kami mencegah praktik pemungutan liar dan memastikan semua petugas bekerja jujur. Saya sering menyambangi pos-pos pantai untuk memastikan kedisiplinan. Sejauh ini semua berjalan baik karena kita bekerja dengan semangat gotong royong,” ujarnya. (bas)
Editor : Bahana.