Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wisata Punthuk Kepuh, Destinasi Perbukitan di Gunungkidul Tawarkan Wellness Tourism Wisatawan Diajak Ronda dan Ngobrol di Gardu

Heru Pratomo • Minggu, 23 November 2025 | 01:11 WIB
Punthuk Kepuh: Punthuk Kepuh menyajikan konsep Wellness Tourism muleh ndeso sebagai langkah pemulihan diri dari hiruk-pikuk kepenatan kota.
Punthuk Kepuh: Punthuk Kepuh menyajikan konsep Wellness Tourism muleh ndeso sebagai langkah pemulihan diri dari hiruk-pikuk kepenatan kota.

GUNUNGKIDUL - Destinasi wisata Punthuk Kepuh terus mencuri perhatian wisatawan dengan perpaduan lanskap alam perbukitan dan inovasi paket wisata kebugaran bernuansa tradisional.

Berlokasi di Padukuhan Kepuh Sari Kalurahan Katongan Kapanewon Nglipar Gunungkidul, destinasi ini mengangkat kekuatan alam, budaya, dan kearifan lokal untuk menciptakan pengalaman wisata penyembuhan diri dalam balutan wellness tourism.


Marketing Punthuk Kepuh Riski Dimas Saputra menjelaskan, nama Punthuk Kepuh berasal dari kontur bukit-bukit alias punthuk yang mengelilingi padukuhan serta keberadaan pohon kepuh tua yang menjadi situs alami setempat.


“Kami menonjolkan pemandangan alam, terutama sunrise sebagai view utama. Wisatawan bisa datang sore atau malam karena sudah tersedia fasilitas glamping dengan harga sangat terjangkau, hanya Rp 150 ribu,” ujar Rizki saat ditemui di gazebo punthuk pada Jumat, (21/11).


Ia menyebut, kini daya tarik utama di Punthuk Kepuh adalah paket wellness tourism dengan pendekatan tradisional. Jika umumnya wisata kebugaran identik dengan yoga modern, Punthuk Kepuh menghadirkan versi modifikasi menggunakan gerak dasar Tari Gambyong dan elemen tari tradisional Jawa. Dalam kesempatan tersebut, wisatawan belajar teknik pernapasan, langkah dasar tari, hingga cara mengenakan jarik beserta filosofi batiknya.


“Yoga modern kami modifikasi menjadi yoga tradisional berbasis gerak tari. Semua kami sampaikan lewat pendekatan budaya tradisional,” jelasnya.


Konsep wellness, kata dia, memang sengaja dibungkus dalam konsep muleh ndeso. Menurutnya, inilah yang menjadi pembeda, menjadi ciri khas tersendiri bagi Punthuk Kepuh. Sebab, Riski menyampaikan, wisatawan diajak merasakan kembali suasana kampung dengan aktivitas seperti bermain permainan tradisional, mengonsumsi sajian super food berbahan Aloe Vera, hingga menginap di rumah warga.


Wisatawan diajak ikut ronda, masak bareng warga, ngobrol di gardu, merasakan hidup dan ritme masyarakat desa. “Banyak dari mereka yang datang dari kota besar seperti Jakarta mengaku merasa seperti pulang kampung,” kata Riski.

 

Seluruh paket wisata ini dirancang sebagai ruang penyembuhan diri dari hiruk-pikuk kota. Gerak tari, suasana kampung, udara perbukitan, hingga interaksi dengan warga menjadi satu kesatuan yang bertujuan meluruhkan stres dan mengembalikan kejernihan pikiran. “Harapannya, wisatawan pulang dari sini dalam kondisi fresh dan netral kembali. Punthuk Kepuh bukan hanya tempat menikmati alam, tetapi ruang untuk memulihkan diri,” imbuhnya.

 

Dengan perpaduan panorama, budaya, dan konsep pemulihan diri yang kuat, Punthuk Kepuh kini tampil sebagai destinasi alternatif bernilai tinggi bagi wisatawan yang mencari ketenangan dan pengalaman wellness berbasis tradisi Jawa. Punthuk Kepuh menyediakan beragam fasilitas yang ramah pengunjung, mulai dari area parkir, musala, toilet, pendopo, dapur kuliner, gazebo, hingga dua area grand camping.

 

Wisatawan yang ingin menikmati matahari terbit dianjurkan datang sebelum pukul 05.00 atau menginap melalui paket glamping maupun camping ground yang sudah termasuk tenda dan perlengkapan lain.


“Untuk rombongan seperti family gathering atau komunitas, sistemnya reservasi. Kami siapkan tenda, perlengkapan, hingga bahan barbeque. Banyak mahasiswa dan keluarga yang memilih mengadakan malam keakraban di sini,” tutur Riski. (bas/pra)

Editor : Herpri Kartun
#ronda #wellness tourism #kepuh #Gardu #destinasi wisata #punthuk