GUNUNGKIDUL - Kabupaten Gunungkidul terus menguatkan posisinya sebagai sentra penghasil kakao di DIJ. Setelah resmi memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI, pemerintah daerah kini menyiapkan langkah lanjutan melalui program peremajaan tanaman di lahan seluas 50 hektar.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi mengatakan, peremajaan tersebut menjadi persiapan penting menjelang diterimanya bantuan bibit kakao dari Kementerian Pertanian RI.
Menurutnya, langkah ini strategis untuk menjaga produktivitas tanaman sekaligus memastikan kesinambungan mutu Kakao Gunungkidul di masa mendatang. Menurutnya, bantuan bibit kakao berasal dari Kementerian Pertanian RI.
“Ini bagian dari upaya menjaga produktivitas dan kontinuitas mutu produk,” ujar Rismiyadi kepada wartawan pada Selasa, (18/11).
Lahan yang akan digarap tersebar di lima kapanewon, yaitu Ponjong, Patuk, Karangmojo, Playen, dan Panggang. Sebanyak 23 kelompok tani yang telah lama mengembangkan kakao di wilayah tersebut akan menjadi penerima bantuan.
Begitu bibit dari Kementerian Pertanian tiba, kata Rismiyadi, pendistribusian akan langsung dilakukan ke kelompok-kelompok tani itu.
“Harapannya, setelah ini peremajaan dapat menghasilkan tanaman kakao yang lebih produktif. Kami akan mengembangkan varietas Sulawesi 1 yang sudah terbukti unggul,” tambahnya.
Rismiyadi menegaskan bahwa keberadaan IG diharapkan mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan membuka peluang pengembangan agrowisata berbasis kakao. “Dengan adanya perlindungan IG, petani memiliki landasan kuat untuk menjaga mutu, keaslian, dan daya saing Kakao Gunungkidul,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Gunungkidul Sri Suhartanta menyampaikan, pengakuan IG merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja keras petani dan masyarakat yang telah merawat dan mempertahankan kualitas kakao lokal selama bertahun-tahun. Ia mengaku, proses pendaftaran IG Kakao Gunungkidul sendiri telah berlangsung sejak 2022.
Dengan kesiapan lahan 50 hektar, lanjut Sri, Pemkab Gunungkidul optimistis produksi kakao akan semakin meningkat dan memperkuat posisi Kakao Gunungkidul sebagai komoditas yang berdaya jual tinggi sekaligus berkelanjutan. “Pemkab lakukan pendampingan teknis maupun fasilitasi program, sehingga keberlanjutan produksi dapat terjamin dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya. (bas/pra)
Editor : Heru Pratomo