Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pedagang Pantai Wediombo Jajakan Panganan Lokal untuk Angkat Hasil Tani Gunungkidul

Yusuf Bastiar • Senin, 17 November 2025 | 04:00 WIB

 

pedagang di Pantai Wediombo menjajakan berbagai hasil pertanian kepada wisatawan sejak setahun terakhir.
pedagang di Pantai Wediombo menjajakan berbagai hasil pertanian kepada wisatawan sejak setahun terakhir.
 

GUNUNGKIDUL - Deretan lapak sederhana di kawasan Pantai Wediombo kini tak hanya ramai oleh pedagang suvenir atau makanan instan. Dalam setahun terakhir, para pelaku usaha kecil mulai menjajakan pangan lokal hasil olahan mandiri.

Dua di antaranya adalah Puji Utami dan Warkidi, warga Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo, yang memanfaatkan potensi pertanian lokal untuk menggerakkan ekonomi keluarga sekaligus mempromosikan produk khas Gunungkidul.

 Baca Juga: Peringati Hari Ayah, Ajak Terlibat Asuh dan Bermain Bersama Anak, Peran Bapak Penting Pengaruhi Emosional Buah Hati

Puji Utami sudah satu tahun menggeluti penjualan pangan lokal, terutama tempe benguk dan berbagai olahan singkong. Padahal, ia mengaku awalnya hanya berjualan mainan anak-anak. Namun melihat potensi hasil tani di sekitar rumahnya, ia tergerak mengolahnya menjadi produk bernilai tambah.

“Melihat hasil petani muncul ide. Kenapa tidak jual olahan pangan lokal saja, yang bisa diminati wisatawan,” ujar Puji saat ditemui Minggu (16/11).

 Baca Juga: Resmi Berskala Dunia, Borobudur Marathon Raih Elite Label World Athletics

Menurutnya, harga biji benguk mentah sangat murah, sekitar Rp 5.000 per kilogram. Namun setelah diolah menjadi tempe benguk, nilainya meningkat jauh. Meski demikian, proses pengolahannya membutuhkan ketelatenan. Biji benguk harus melalui tahapan panjang mulai dari direbus, direndam berulang, hingga racunnya benar-benar hilang sebelum bisa diolah menjadi tempe. Proses tersebut memakan waktu hingga satu minggu.

“Enam lembar tempe benguk saya jual Rp 5.000. Satukilo bisa puluhan lembar. Jauh lebih menguntungkan,” tegasnya.

Selain benguk, Puji juga membeli singkong dari petani sekitar sebagai bahan keripik. Ia bersyukur karena produk olahannya kini telah masuk ke website UMKM desa, memudahkan promosi kepada wisatawan. “Alhamdulillah hasilnya ada. Dengan modal sedikit, bisa kami kembangkan supaya untungnya lebih banyak,” ungkapnya.

 Baca Juga: Percepat Pencarian Korban Longsor Cibeunying Cilacap, Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca

Tak jauh dari lapak Puji, Warkidi menjual pisang dan berbagai hasil tani lain. Ia mengambil bahan baku langsung dari petani lokal di Jepitu. Pola jualannya mengikuti musim panen. “Musim pisang, ya saya jual pisang. Kalau panen kacang tanah, saya jual kacang tanah,” tuturnya.

Menurut Warkidi, menjual hasil panen di pantai memberikan nilai lebih dibanding menjual langsung ke tengkulak. Harga lebih baik, dan permintaan wisatawan cukup tinggi, terutama untuk buah-buahan segar yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Ia menilai, keberadaan pedagang pangan lokal di kawasan pantai sedikit demi sedikit menjawab persoalan pasar bagi petani. Kini, sebagian warga bahkan mulai memasarkan produk pangan lokal secara daring, termasuk olahan pisang dan kluban khas desa.

 

“Selama ini hasilnya lumayan untuk menghidupi sehari-hari,” ujarnya.

 Baca Juga: PSIM Jogja Minim Latihan Resmi di Stadion Sultan Agung Bantul, Pelatih Van Gastel Berikan Penjelasan

Warkidi menilai, pedagang pangan lokal di Pantai Wediombo menunjukkan bahwa wisata pantai tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga ruang ekonomi bagi warga yang memberdayakan potensi pertanian daerah.

Menurutnya, dengan memanfaatkan hasil bumi seperti benguk, singkong, pisang, hingga kacang tanah, warga tidak hanya memperoleh penghasilan tambahan, tetapi juga mengenalkan kekayaan pangan lokal kepada wisatawan.

“Biasanya orang jualan baju atau mainan di pantai. Sekarang kami bisa memberdayakan petani dan mengenalkan pangan lokal khas Gunungkidul,” ujar Warkidi. (bas)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#pantai wediombo #Pertanian #Gunungkidul #tempe benguk #Hasil Tani #pedagang #Lapak