Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DLH Gunungkidul Klaim Sudah Beri Pelatihan, Tapi Banyak SPPG Belum Perhatikan Pengelolaan Limbah: Akan Tinjau Langsung Dapur MBG Playen 1

Yusuf Bastiar • Jumat, 14 November 2025 | 03:34 WIB

 

Kondisi dapur SPPG Playen 1 Kamis (13/11/2025) pagi.   
Kondisi dapur SPPG Playen 1 Kamis (13/11/2025) pagi.  

GUNUNGKIDUL - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul menyoroti masih lemahnya perhatian pengelolaan sampah dan limbah di lingkungan SPPG.

Padahal instansi ini telah memberikan pelatihan tentan pengelolaan sampah dan limbah yang bersumber dari dapur makan bergizi gratis (MBG) kepada SPPG di wilayahnya.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Pengembangan Kapasitas DLH Gunungkidul Eko Suharso Pirhantoro mengatakan, pengelolaan limbah di lingkungan SPPG seharusnya menjadi perhatian serius.

Berdasarkan pemantauan, banyak dapur SPPG yang belum menerapkan pengelolaan sampah dan limbah secara benar.

Padahal, keberadaan sampah cair dan padat adalah titik paling riskan menimbulkan pencemaran dan gangguan kesehatan.

“Sebenarnya kami sudah memberikan pelatihan tentang pengelolaan sampah dan limbah di Hotel Santika pada 18-19 Oktober lalu. Tapi kelihatannya belum diperhatikan secara maksimal,” jelasnya saat ditemui di kantornya Kamis (13/11/2025).

 Baca Juga: Jelang Nataru Gunungkidul Masih Andalkan Pantai, Siapkan Petugas Retribusi sejak Pukul 03.00

Eko menambahkan, setiap SPPG mestinya memiliki dokumen lingkungan sebagai dasar pengelolaan limbah cair dan padat.

Namun hingga kini, pihaknya belum menerima dokumen tersebut dari SPPG mana pun di Gunungkidul.

“Seharusnya ada dokumen lingkungannya. Kami juga dengar akan ada aturan baru dari Kementerian Lingkungan Hidup melalui Kepres tentang SOP pengelolaan SPPG. Tapi kami belum menerima salinan resminya,” imbuhnya.

 Baca Juga: Sebanyak 147 Kepala Dapur MBG Non-ASN Belum Terima Gaji, Pastikan Hak Akan Segera Disalurkan dan Diakomodasi Ikuti CAT

Ketika ditanya terkait kebocoran limbah cair di dapur SPPG Playen 1, Eko menjawab pihaknya mendapat informasi soal pencemaran dari unggahan di media sosial.

Ia mengaku akan meninjau langsung ke lokasi dalam waktu dekat.

“Dari kami belum sempat ke lokasi karena masih ada kegiatan pelatihan pengelolaan sampah organik. Mungkin besok pagi kami ke sana,” ujarnya.

 Baca Juga: Produksi Garam Pansela Bantul Butuh Waktu Dua Bulan, Lebih Lama dibanding Daerah Lain: Kadar Garam Rendah, Ini Penyebabnya..

Senada, Kepala DLH Gunungkidul Hary Sukmono belum menerima laporan resmi terkait dugaan kebocoran limbah dari dapur SPPG Playen 1.

Namun, ia memastikan DLH akan segera turun untuk melakukan pengecekan lapangan.

Timnya akan melakukan pengecekan langsung bagaimana standar instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Mestinya, setiap dapur SPPG memiliki bak pengurai, bak kontrol, dan bak pembuangan.

“Kalau belum ada, tentu akan kami dorong untuk melengkapinya,” jelas Hary.

Ia menambahkan, pengelolaan limbah cair dan padat di SPPG perlu dipastikan berjalan sesuai standar agar tidak menimbulkan gangguan bagi warga sekitar.

“Kami juga mendampingi dalam hal pengelolaan limbah, supaya kebersihan tetap terjaga dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” tambahnya. (bas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#dapur MBG #limbah #Playen #SPPG #DLH Gunungkidul #pengelolaan sampah