Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Warga Keluhkan Bau Limbah dari Dapur SPPG Playen 1, Pihak Yayasan Janji Segera Atasi

Yusuf Bastiar • Kamis, 13 November 2025 | 23:52 WIB

Kepala Yayasan SPPG Playen 1 sedang memberikan keterangan terkait bocornya limbah cair dari dapur pada Kamis (13/11).
Kepala Yayasan SPPG Playen 1 sedang memberikan keterangan terkait bocornya limbah cair dari dapur pada Kamis (13/11).
GUNUNGKIDUL - Sejumlah warga Padukuhan Siyono Kidul, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen, mengeluhkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Playen 1.

Bau menyengat itu telah tercium sejak satu pekan terakhir. Warga menilai bau tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari.

Salah satu warga Siyono Kidul Tentrem Pujianti mengungkapkan, limbah cair dari dapur SPPG mengalir ke selokan di depan rumah warga.

Akibatnya, aroma tidak sedap kerap masuk hingga ke dalam rumah terutama saat angin bertiup. Ia mengaku, aroma tak sedap tersebut mengganggu keluarganya ketidak hendak istirahat ataupun makan.

“Ini limbah dari dapur SPPG Playen 1 kan mengalir ke selokan yang posisinya tepat di depan rumah warga. Aromanya mengganggu banget, sudah sejak satu pekan ini,” ujar Tentrem saat ditemui di halaman rumahnya pada Kamis, (13/11/2025).

Keluhan serupa juga disampaikan oleh pekerja cuci mobil yang juga berdomisili di Siyono Kidul Untung Rian.

Ia mengatakan bau dari limbah tersebut membuat pelanggan merasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas kerja di tempat usahanya. Ia menyebut, sebelum SPPG berdiri, tidak pernah tercium bau tak sedap di selokan.

“Baunya menyengat banget, apalagi pas hujan. Sampai sekarang belum ada penjelasan dari pihak SPPG,” kata Untung.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Yayasan Lentera Cikal Bangsa SPPG Playen 1 Yusina Erna Widiati mengaku, bau tidak sedap tersebut memang sempat muncul akibat genangan limbah dapur yang terbawa air hujan deras beberapa waktu lalu.

Namun, pihaknya memastikan sedang menyiapkan solusi permanen melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Waktu itu hujan deras sekali, sementara limbah dapur belum sempat disedot. Akhirnya ikut terbawa banjir dan menimbulkan bau. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kelurahan,” jelas Yusina.

Ia menyampaikan kini pihaknya sedang menyiapkan pembangunan IPAL. Bahkan, menurutnya peralatan instalasi IPAL telah dipesan dari Tangerang.

Namun demikian, kata dia, pembangunan IPAL terkendala hujan, sehingga pengerjaannya terlambat.

Pihak yayasan juga menyebut bahwa selama menunggu IPAL rampung, penyedotan limbah dilakukan secara rutin untuk meminimalkan dampak bau di lingkungan sekitar.

“Kami komitmen menyelesaikannya agar ke depan air buangan sudah bersih dan aman,” tambahnya. (bas)

Editor : Bahana.
#bau limbah #Gunungkidul #siyono #Playen #limbah cair #aroma tak sedap #SPPG