Dinas Kesehatan menargetkan cakupan imunisasi bayi lengkap di Gunungkidul dapat selaras dengan target nasional, yakni minimal 95 persen pada 2029.
Langkah ini ditempuh guna mempercepat peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap bagi bayi, sekaligus menjawab berbagai tantangan di lapangan terkait akses dan penerimaan masyarakat terhadap imunisasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Ismono menjelaskan, vaksin Heksavalen memudahkan proses imunisasi karena menggabungkan enam jenis perlindungan dalam satu suntikan.
“Inovasi ini mengurangi jumlah suntikan, menyederhanakan jadwal imunisasi, serta meningkatkan keterjangkauan dan penerimaan masyarakat,” ujar Ismono saat dikonfirmasi pada Selasa, (11/11/2025).
Ia menambahkan, penggunaan vaksin kombinasi menjadi strategi penting untuk meningkatkan efisiensi layanan imunisasi.
Tak hanya itu, akses ini juga dapat menutup kesenjangan cakupan vaksin IPV yang selama ini menjadi tantangan di berbagai daerah. Ismono menyebut kredibilitas vaksin Heksavalen terbukti dalam survei UNICEF Nielsen 2023.
Kendati demikian, menurutnya penolakan imunisasi disebabkan kekhawatiran terhadap penyuntikan ganda.
Sementara Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, lanjut dia, mencatat kendala lain seperti kurangnya informasi, keterbatasan akses, serta faktor waktu dan biaya.
Ismono menegaskan bahwa kehadiran vaksin Heksavalen diharapkan mampu menjawab seluruh tantangan tersebut.
“Vaksin kombinasi ini akan meningkatkan efisiensi pelaksanaan imunisasi, mengurangi jumlah suntikan pada anak, sekaligus menyamakan cakupan vaksin IPV dengan DPT-HB-Hib,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan penuh dukungan terhadap pelaksanaan imunisasi Heksavalen.
Ia menyebut, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada kesiapan pelayanan kesehatan, tetapi juga pada penerimaan dan kepercayaan masyarakat.
Ia berharap masyarakat mendapatkan informasi yang tepat, serta tidak terpengaruh oleh misinformasi, rumor, atau mitos terkait perubahan dari vaksin Pentavalen dan IPV menjadi Heksavalen.
“Kami mendorong orang tua untuk tidak ragu membawa anak ke posyandu atau puskesmas sesuai jadwal imunisasi. Jangan mudah terpengaruh hoaks. Jika ragu, silakan bertanya kepada tenaga kesehatan,” tegasnya. (bas)
Editor : Bahana.