Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DPP Catat Keberhasilan Tanam Padi Oktober 2025 Capai 124 Persen Melampaui Target, Gunungkidul Siap Genjot Produksi Padi November

Yusuf Bastiar • Jumat, 7 November 2025 | 02:12 WIB

 

Petani di Kalurahan Mulusan Kapanewon Paliyan sedang istirahat di lahan mereka.
Petani di Kalurahan Mulusan Kapanewon Paliyan sedang istirahat di lahan mereka.

GUNUNGKIDUL – Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul mencatat keberhasilan tanam padi pada Oktober 2025 yang mencapai 124 persen melampaui dari target.

Pengaturan waktu tanam dan dukungan sarana dan prasarana menjadi kunci keberhasilan pertanian di wilayah ini.

Kepala DPP Gunungkidul Rismiyadi mengatakan, capaian tanam padi Gunungkidul sebesar 124,7 persen. Atau terealisasi sebanyak 4.238 hektare dari target tanam padi pada Oktober 2025 sebesar 3.400 hektare.

“Ya, capaian petani padi kita sepanjang Oktober mencapai 124,7 persen dari target,” katanya Kamis (6/11/2025).

Dia menjelaskan, upaya yang telah dilakukan yakni mempersiapkan musim tanam sejak awal Oktober.

Seperti bertemu dengan PT Pupuk Indonesia dan mengumpulkan para distributor, pengecer pupuk bersubsidi, serta koordinator penyuluh dan penyuluh swadaya se-Kabupaten Gunungkidul.

“Sebagai daerah dengan karakteristik lahan tadah hujan, Gunungkidul terus memperkuat koordinasi dan persiapan agar target produksi pangan dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.

Adapun, untuk persiapan tanam November, instansi ini menargetkan tanam padi mencapai 35.635 hektare.

Pemerintah pusat dan daerah, telah memberikan dukungan nyata melalui berbagai bentuk bantuan, mulai dari benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), jaringan irigasi, hingga subsidi pupuk.

Rismiyadi juga menyambut baik kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) yang menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen.

Baca Juga: Jawa Tengah Berpotensi Besar dalam Pengembangan Ekonomi Syariah

Saat ini DPP sedang berupaya membuka peluang di berbagai kapanewon untuk mengusulkan program irigasi, pipanisasi, embung, dan jaringan irgasi air tanah.

“Kami juga sudah berdiskusi dengan Direktur Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan Kementan. Beliau menyampaikan bahwa Gunungkidul punya potensi besar sebagai lumbung pangan DIY, meski produktivitasnya masih di bawah rata-rata nasional,” jelasnya.

Berdasarkan data Kementan, produktivitas pertanian di Gunungkidul saat ini berada di kisaran 3,2 ton per hektare.

Dengan penggunaan benih unggul bersertifikat dan dukungan teknologi pertanian, ia berharap angka tersebut bisa meningkat mendekati rata-rata nasional 5,2 ton per hektare.

Pun pemerintah pusat terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat daerah tadah hujan seperti Gunungkidul melalui berbagai program strategis.

Di antaranya penyediaan benih, perluasan areal tanam (LTT), dan pengembangan sistem irigasi alternatif serta pompanisasi.

Gunungkidul juga berkomitmen berkontribusi besar terhadap target luas tambah tanam padi Yogyakarta sebesar 42.000 hektare, dengan porsi sekitar 35.000 hektare berasal dari Gunungkidul. “Separo lebih dari petani Gunungkidul,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Sekda Gunungkidul Sri Suhartanta menegaskan, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian dan ketahanan pangan daerah.

Karena itu, kesiapan menghadapi musim tanam harus disiapkan dengan matang dari segala aspek.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan musim tanam tidak hanya menjadi tanggung jawab petani semata, melainkan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat.

“Tantangan seperti perubahan iklim, keterbatasan pupuk bersubsidi, dan cuaca ekstrem harus diantisipasi bersama,” katanya. (bas/wia)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#lampaui target #Pertanian #musim tanam #Gunungkidul #tanam padi