GUNUNGKIDUL - Kandang ayam di Mojosari, Hargosari, Tanjungsari terbakar Rabu (5/11). Kebakaran terjadi sekitar pukul 05.00, diduga akibat korsleting listrik.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta menjelaskan, salah satu pekerja kandang melihat asap disertai percikan api di area pemanas kandang ayam. Api kemudian cepat merambat ke bagian alas kandang yang terbuat dari sekam kering.
Api berhasil dikendalikan dalam waktu singkat setelah tim pemadam tiba di lokasi. “Sekitar 30 menit, sehingga tidak meluas ke bangunan lain,” ujar Edy saat dikonfirmasi Rabu (5/11).
Bangunan kandang dua lantai berukuran sekitar 10x100 meter milik warga setempat itu diketahui berisi anak ayam berusia dua minggu. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Menurut Edy, kerusakan hanya terjadi pada sebagian kecil atap serta beberapa peralatan pemanas.
Baca Juga: Setelah Pemakaman Paku Buwono XIII Tidak Ada Acara Lagi sampai Prosesi 40 Harian
Kasubag Tata Usaha Damkarmat Gunungkidul Ngadiyono menambahkan, kebakaran di musim hujan seringkali disebabkan oleh korsleting pada peralatan pemanas kandang yang terus beroperasi untuk menjaga suhu. Dia mengimbau, pemilik kandang harus rutin mengecek instalasi listrik dan sistem pemanas.
“Meski sudah masuk musim hujan, risiko kebakaran pada kandang ayam tetap tinggi karena penggunaan pemanas,” jelas Ngadiyono.
Baca Juga: Belanja Fiskal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sesuai Target Nasional
Dari hasil penilaian cepat yang dilakukan BPBD dan Damkar Gunungkidul, area terdampak hanya sekitar 3 meter persegi di bagian atap lantai dua. Taksiran kerugian mencapai Rp 3 juta. “Cuaca lembap bukan berarti aman dari kebakaran. Justru, peralatan pemanas di musim hujan ini perlu pengawasan ekstra,” pesan Edy. (bas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita