Ratusan pedagang di kawasan Pantai Sepanjang, Kabupaten Gunungkidul, menilai lokasi relokasi yang disiapkan pemerintah kabupaten belum layak untuk ditempati. Mereka mengaku mendukung penataan kawasan wisata, namun meminta agar tempat relokasi diperbaiki agar tidak menimbulkan masalah baru di lapangan.
Salah satu pedagang Yuli Ismiati mengatakan, tempat yang disediakan sebelumnya merupakan area parkir wisatawan. Pembagian lahan dianggap tidak proporsional, dengan ukuran sekitar 2,5 meter kali 3 meter untuk tiap pedagang. “Sekarang dibagi-bagi pakai tali rafia. Panjangnya sekitar 10 meter dibagi ke empat atau lima pedagang. Parkir wisatawan nanti mau di mana,” tuturnya, Selasa (4/11).
Baca Juga: Relawan Kampung Tangguh Bencana Gelar Simulasi Banjir, Pukul 09.30 Enam EWS di Kota Jogja Berbunyi
Ia menilai, jika akses kendaraan wisatawan terhambat, kunjungan ke kawasan Pantai Sepanjang justru bisa menurun. Karena itu, para pedagang meminta pemerintah meninjau kembali desain relokasi agar tetap memperhatikan fungsi parkir dan kenyamanan pengunjung. “Kalau wisatawan susah parkir, ya mereka malas datang. Kami juga tidak bisa jualan,” tegas Yuli.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan, langkah penataan di Pantai Sepanjang bukan bentuk penggusuran, melainkan bagian dari upaya mempercantik kawasan wisata agar lebih tertib dan menarik bagi pengunjung.
Ia memastikan bahwa penataan Pantai Sepanjang merupakan inisiatif dari pemerintah kabupaten. Dengan demikian, Endah menjamin tidak ada kepentingan pihak luar yang ikut campur dalam penataan ini. “Kami ingin menata kawasan supaya lebih nyaman dan adil bagi semua pedagang,” kata Endah.
Ia menjelaskan proses relokasi sudah melalui komunikasi panjang dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pihak terkait. Saat ini pihaknya tengah menyiapkan konsep kawasan wisata kuliner pantai tanpa bangunan permanen. Konsep ini diharapkan dapat menghidupkan kawasan siang dan malam, sekaligus menjaga pemandangan pantai tetap terbuka.
Baca Juga: Hujan Mulai Turun Intensif, Pemain PSIM Jogja Siapkan Diri Hadapi Cuaca Ekstrem saat Pertandingan
“Kami ingin seperti Jimbaran (Bali), tapi versi Gunungkidul. Pedagang bisa jualan siang dan malam tanpa bangunan permanen di badan pantai, jadi pantai tetap terlihat indah,” tambahnya.
Endah menegaskan bahwa proyek penataan sepanjang 500 meter ini bernilai sekitar Rp1,6 miliar untuk pengaspalan jalan. Kemudian, lanjut dia, kedepannya ini akan menjadi bagian dari rencana besar penataan kawasan pantai yang akan dilanjutkan hingga seluruh area tertata rapi.
Pemerintah juga berharap dukungan dana keistimewaan (Danais) untuk melanjutkan tahap berikutnya yang diperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp10 miliar. (bas/pra)
Editor : Heru Pratomo