Material tanah dan batu menutup sebagian badan jalan, sehingga menghambat arus lalu lintas warga yang melintas di jalur penghubung antar desa tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Panewu Gedangsari Eko Kridiyanto bersama Kapolsek Gedangsari turun langsung memimpin kegiatan gotong royong pembersihan material longsor pada Selasa pagi (4/11).
Aksi ini melibatkan personel Polsek Gedangsari, Koramil, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gunungkidul, pamong kalurahan, serta warga masyarakat sekitar.
“Kami bergerak cepat agar akses jalan segera kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. Siang ini pembersihan material sudah rampung,” ujar Panewu Eko saat dikonfirmasi pada Selasa, (4/1/2025).
Menurutnya, respon cepat ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat curah hujan di wilayah Gedangsari masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.
“Kami imbau warga tetap waspada, terutama yang tinggal di dekat tebing atau lereng. Jika ada tanda-tanda longsor, segera lapor ke pamong atau petugas terdekat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta menjelaskan, proses pembersihan dilakukan secara terkoordinasi.
BPBD Gunungkidul juga menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk membantu pembersihan serta memantau kondisi di lapangan guna memastikan keamanan pengguna jalan.
Menurut Edy, pembersihan material longsor di badan jalan dilakukan oleh jajaran Kapanewon dan Polsek Gedangsari.
“Sedangkan bagian bahu jalan dan saluran drainase dibersihkan oleh pihak PT SRD, karena masih memiliki kontrak kerja sama dengan Pemda DIJ hingga Desember 2025,” jelas Edy.
Berkat pembersihan material longsor, arus lalu lintas di ruas Jalan Clongop kini kembali normal dan aman dilalui kendaraan.
Kedepan, pemerintah Kapanewon Gedangsari akan terus melakukan pemantauan dan langkah antisipatif di titik-titik rawan longsor.
Tak hanya itu, Eko juga menegaskan pihaknya telah memetakan wilayah berisiko dan pemasangan tanda peringatan dini.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan BPBD dan dinas terkait untuk memantau kondisi lereng. Langkah antisipatif sangat penting agar kejadian serupa tidak menimbulkan kerugian di kemudian hari,” tutup Eko. (bas)
Editor : Bahana.