Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ratusan Pedagang akan Direlokasi Imbas Pembangunan Jalan Lingkar Pantai Sepanjang

Yusuf Bastiar • Senin, 3 November 2025 | 22:14 WIB

Kios pedagang di kawasan wisata pantai Gunungkidul menjadi tujuan wisatawan setelah usai menikmati keindahan alam. Seperti yang terjadi di Pantai Baron, setiap akhir pekan k
Kios pedagang di kawasan wisata pantai Gunungkidul menjadi tujuan wisatawan setelah usai menikmati keindahan alam. Seperti yang terjadi di Pantai Baron, setiap akhir pekan k
GUNUNGKIDUL - Proyek pembangunan jalan lingkar Pantai Sepanjang di Kapanewon Tanjungsari, resmi mulai berjalan tahun ini.

Pembangunan infrastruktur yang menjadi bagian dari program penataan kawasan pesisir selatan ini membawa dampak langsung bagi para pedagang di sekitar kawasan wisata tersebut.

Sebanyak 107 pedagang akan direlokasi ke lokasi baru seiring dengan dimulainya pekerjaan konstruksi jalan.

Panewu Kapanewon Tanjungsari Sri Intiyastuti menjelaskan, proyek ini merupakan kegiatan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dikoordinasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR KP).

Selain DPUPR KP, proyek ini juga melibatkan Dinas Pariwisata, Dinas Pertanahan, serta Dinas Perhubungan yang menangani persoalan parkir dan akses wisatawan.

“Respon pedagang positif. Ini sudah menjadi harapan lama sejak tahun 2017 ketika badai Cempaka menerjang kawasan ini. Saat itu, Sultan menyampaikan kawasan ini perlu ditata dan dibangun kembali,” ujar Sri saat dihubungi wartawan pada Senin, (3/11/2025).

Menurutnya, berdasarkan hasil koordinasi terakhir, sebanyak 107 pedagang akan dipindahkan dari sisi selatan jalan ke sisi utara.

Pemerintah akan membangun lapak baru dengan ukuran yang diseragamkan, serta menyediakan kantong-kantong parkir di setiap area lapak pedagang agar aktivitas ekonomi dan wisata tetap berjalan lancar.

“Jalan lingkar nantinya memiliki lebar lima meter. Pembangunan harus selesai tahun ini, dengan pembiayaan dari Dana Keistimewaan (Danais) yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi,” jelasnya.

Proses pembongkaran warung lama dijadwalkan dimulai Selasa mendatang (4/11). Disusul kegiatan gotong royong bersama yang akan dikoordinir oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul.

Kepala DLH Gunungkidul Hary Sukmono menegaskan, bahwa kegiatan bersih-bersih pantai tersebut merupakan bagian dari upaya kolaboratif antar OPD dalam memfasilitasi relokasi pedagang.

Selain mendukung pekerjaan fisik pembangunan, pemerintah juga ingin memastikan kelancaran transisi para pelaku usaha.

Selain itu, Hary mengaku bersih-bersih ini juga untuk meringankan beban pedagang dalam memindahkan peralatan dan menata ulang lapak.

“Karena pembangunan jalan lingkar berdampak pada lokasi usaha pedagang, kami hadir bersama DPUPR KP dan dinas lain membantu mereka agar bisa segera berjualan kembali,” terang Hary.

Ia menambahkan, pemerintah berharap para pedagang sudah dapat kembali beraktivitas pada akhir pekan mendatang, seiring dimulainya pembangunan jalan dan penataan kawasan pantai.

Dengan adanya proyek ini, kata Hary, pemerintah kabupaten menargetkan kawasan Pantai Sepanjang menjadi destinasi wisata yang lebih tertata, nyaman bagi wisatawan, dan tetap memberi ruang bagi kegiatan ekonomi masyarakat setempat.

“Iya besok Selasa, kita lakukan pembongkaran bersama pedagang di Pantai Sepanjang,” imbuhnya. (bas)

Editor : Bahana.
#Gunungkidul #relokasi pedagang #pembangunan jembatan