Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Usai Ratusan Siswa di Saptosari Keracunan, BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Planjan

Yusuf Bastiar • Kamis, 30 Oktober 2025 | 02:20 WIB
Yusuf Bastiar/Radar Jogja: Wali murid siswa SMK Negeri Saptosari yang diduga keracunan menu MBG sedang berkumpul di Puskesmas Saptosari pada Rabu (29/10).
Yusuf Bastiar/Radar Jogja: Wali murid siswa SMK Negeri Saptosari yang diduga keracunan menu MBG sedang berkumpul di Puskesmas Saptosari pada Rabu (29/10).


GUNUNGKIDUL - Menyusul kejadian ratusan siswa di SMPN 1 dan SMKN 1 Saptosari yang mengalami gejala keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi (MBG), Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) Planjan, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul.

Kebijakan tersebut diumumkan secara resmi oleh Koordinator Regional MBG Daerah Istimewa Yogyakarta Gagat Widyatmoko pada Rabu (29/10).

Ia menyebut keputusan penghentian sementara diambil sebagai bentuk tanggung jawab dan kehati-hatian BGN dalam menjamin keamanan pangan bagi peserta didik penerima program MBG.

“Kami berkoordinasi langsung dengan Puskesmas, RSUD, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul untuk menelusuri penyebab kejadian,” ujar Gagat dalam keterangan resminya.

BGN, kata Gagat, telah mengirimkan tim monitoring ke lapangan untuk mendampingi proses investigasi yang tengah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Gunungkidul. Tim ini juga bertugas memastikan komunikasi antara pihak sekolah, orang tua, dan instansi terkait berjalan dengan akurat serta transparan.

Ia mengaku, pihaknya tengah melakukan pendampingan komunikasi dengan sekolah dan orang tua siswa. Menurutnya, langkah ini diambil agar informasi tersampaikan secara akurat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Selain itu, ia juga memastikan bahwa seluruh peserta didik yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis yang memadai, baik di Puskesmas maupun RSUD Saptosari. Berdasarkan pemantauan, sebagian besar siswa telah pulih dan diperbolehkan pulang.

Keputusan penghentian sementara operasional SPPG Planjan, lanjut dia, sebagai langkah kehati-hatian untuk menjamin keamanan pangan. “Kami ingin memastikan seluruh proses pengolahan dan distribusi makanan di SPPG Planjan benar-benar memenuhi standar higienitas,” tegas Gagat.

Hingga kini, hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul masih dalam proses. BGN menyatakan akan menunggu seluruh tahapan investigasi rampung sebelum memberikan kesimpulan resmi mengenai penyebab kejadian tersebut.

“Kami menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan Gunungkidul. Hasilnya akan diumumkan setelah seluruh proses investigasi selesai,” tambah Gagat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Ismono menyatakan, pihaknya mendukung langkah cepat BGN dalam menangani kejadian tersebut.

Ismono memastikan bahwa Dinas Kesehatan bersama tim lapangan telah melakukan pengambilan sampel makanan, feses, dan muntahan dari para siswa untuk dikirim ke laboratorium sebagai bahan penyelidikan penyebab pasti kejadian ini.

Ia menilai peristiwa ini menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi MBG di tingkat SPPG.

“Sebenarnya ini kewenangan BGN, tapi ke depan perlu ada pengaturan distribusi jumlah MBG di setiap SPPG agar lebih baik, supaya tidak menumpuk beban kerja. Ini juga penting untuk menjaga ketahanan makanan agar tidak mudah basi,” ujar Ismono. (bas)

Editor : Heru Pratomo
#keracunan mbg #operasional #Gunungkidul #hentikan sementara #SPPG #Saptosari #BGN