Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Enam Ratus Warga Terlibat dalam Proses Penilaian, Perpustakaan Melati Patuk Juara 2 Lomba Nasional

Yusuf Bastiar • Rabu, 29 Oktober 2025 | 16:10 WIB
Dokumentasi/Perpustakaan Melati Patuk: Setelah proses panjang seleksi dari tingkat kabupaten hingga provinsi, Perpustakaan Melati Patuk berhasil meraih juara 2 perpustakaan desa terbaik pada Selasa (2
Dokumentasi/Perpustakaan Melati Patuk: Setelah proses panjang seleksi dari tingkat kabupaten hingga provinsi, Perpustakaan Melati Patuk berhasil meraih juara 2 perpustakaan desa terbaik pada Selasa (2

 

 

 

GUNUNGKIDUL - Perpustakaan Melati Kalurahan Patuk, Kabupaten Gunungkidul meraih Juara 2 tingkat nasional dalam ajang lomba perpustakaan desa. Prestasi ini menjadi bukti nyata bagaimana gotong royong dan semangat literasi dapat tumbuh kuat dari akar desa.

Kepala Perpustakaan Melati Oktavia Eka Purnami mengungkapkan, keberhasilan tersebut tidak datang secara instan. Persiapan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembenahan administrasi, peningkatan layanan, penguatan kegiatan literasi, hingga pengembangan inovasi berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami mempersiapkan segala hal dengan sebaik-baiknya,” ujar Oktavia saat dihubungi pada Selasa, (28/10).

Keberhasilan Perpustakaan Melati, kata Oktavia, tidak lepas dari dukungan seluruh warga Kalurahan Patuk. Dalam proses penilaian, lebih dari 600 warga turut terlibat dalam berbagai kegiatan mulai dari menata lingkungan perpustakaan, menyiapkan bahan presentasi, hingga menyambut tim juri saat visitasi.

Menurutnya, pelibatan masyarakat juga tidak hanya saat lomba. Ia menyebut rutin mengadakan kegiatan literasi, pelatihan UMKM, kelas anak dan lansia, hingga komunitas berbasis minat.

“Semua bergerak dengan tulus karena mereka merasa Perpustakaan Melati adalah milik bersama. Perpustakaan ini benar-benar tumbuh bersama warga,” tambah Oktavia.

Sebagai perwakilan DIJ, Oktavia mengaku bangga dan terharu bisa membawa nama Gunungkidul ke panggung nasional. Penghargaan ini, kata Oktavia, dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Kalurahan Patuk, para relawan, tim pendamping, Dispusip Gunungkidul, DPAD DIJ, dan semua pihak yang mendukung perjalanan Perpustakaan Melati.

“Kami bersyukur karena ini membuktikan bahwa perpustakaan desa pun bisa berdaya, maju, dan memberi inspirasi bagi banyak pihak,” ujarnya.

Baca Juga: Jogja Jadi Tuan Rumah Hakordia 2025, Rencananya Undang Presiden Prabowo

Pustakawan Ahli Madya dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Gunungkidul Siti Indrawati mengaku selama proses pendampingan, dirinya melihat secara langsung kompak dan kegigihan warga Patuk. Dari pihak kalurahan hingga warga, kata dia, semua terlibat dalam pengelolaan.

Menurutnya, Perpustakaan Melati bukan sekadar tempat meminjam buku, tapi juga ruang aktivitas warga sehari-hari. Ia menambahkan, capaian ini menjadi inspirasi bagi perpustakaan-perpustakaan desa lain di Gunungkidul.

“Semoga prestasi ini menjadi pemacu semangat agar perpustakaan desa terus tumbuh menjadi pusat literasi dan kegiatan masyarakat,” ujarnya. (bas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#gotong royong #literasi #DPAD DIJ #Gunungkidul #Perpustakaan Melati #Dispusip #Patuk