Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gunungkidul mencatat sedikitnya 218 kejadian penyelamatan nonkebakaran sepanjang tahun ini. Berdasarkan data, jenis penyelamatan terbanyak adalah evakuasi ular sebanyak 61 kasus, disusul tawon 35 kasus, dan kucing 21 kasus.
Kepala UPT Damkarmat Gunungkidul Handoko mengatakan, angka tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyelamatan damkarmat.
Kendati demikian, pihaknya tetap menekankan bahwa tidak semua laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti. Menurutnya, setiap kasus harus memenuhi kriteria kondisi darurat. “Apakah kondisi tersebut termasuk darurat atau tidak,” ujar Handoko saat dikonfirmasi pada Selasa (28/10).
Ia mencontohkan, beberapa laporan seperti mesin pompa air jatuh ke sumur atau kran air jebol yang dinilai bukan keadaan darurat. Dalam kasus seperti itu, pihaknya hanya memberikan imbauan agar masyarakat menanganinya secara mandiri atau melalui tenaga profesional.
Sebaliknya, untuk situasi seperti ular masuk rumah atau sapi jatuh ke sumur, tim damkar langsung diterjunkan karena berpotensi membahayakan keselamatan.
“Kalau ular atau sapi jatuh ke sumur itu harus profesional, perlu alat lengkap, dan membahayakan. Jadi itu termasuk keadaan darurat,” jelas Handoko.
Handoko menegaskan, keterbatasan armada dan personel membuat Damkarmat harus benar-benar selektif dalam menentukan prioritas penanganan. Namun begitu, semangat kemanusiaan tetap menjadi dasar dalam setiap aksi penyelamatan.
“Kami bukan superpower, kami punya keterbatasan. Tapi selama itu darurat dan mengancam keselamatan, kami akan turun langsung,” tegasnya.
Dari data UPT Damkarmat Gunungkidul, selain ular dan tawon, penanganan lain yang cukup sering dilakukan adalah evakuasi pohon tumbang sebanyak 15 kasus dan mobil terperosok 12 kasus.
Sementara itu, permintaan bantuan melepas cincin yang terjebak di jari juga cukup tinggi, mencapai 20 kejadian sepanjang tahun. “Banyak yang datang dengan kondisi tangan bengkak, bahkan luka karena cincin terlalu sempit. Itu kami tangani segera karena bisa berbahaya,” tambahnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, mengapresiasi kinerja tim Damkarmat yang selalu siap siaga memberikan pelayanan di seluruh wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Personel Damkarmat, kata Edy, siaga 24 jam di pos komando dan pos pembantu untuk menjamin waktu tanggap cepat dalam setiap kejadian.
“Armada dan peralatan pendukung selalu disiapkan dalam kondisi prima demi menjamin keselamatan dan efektivitas penanganan. Damkar terus dipercaya masyarakat karena kerja kemanusiaan mereka,” ujar Edy. (bas/pra)
Editor : Heru Pratomo