GUNUNGKIDUL - Hingga 27 Oktober 2025, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gunungkidul mencatat total 266 kejadian yang terdiri dari 48 peristiwa kebakaran dan 218 operasi penyelamatan. Berdasarkan data rekapitulasi, Wonosari menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 122 kejadian, disusul Playen dengan 52 kejadian, dan Karangmojo sebanyak 27 kejadian.
Kepala UPT Damkarmat Gunungkidul Handoko menjelaskan, sepanjang tahun ini petugas terus siaga menangani berbagai laporan masyarakat, mulai dari kebakaran rumah, lahan, hingga penyelamatan hewan dan evakuasi korban kecelakaan. Ia menuturkan, sebagian besar kejadian berhasil ditangani cepat sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
"Kami berupaya merespons setiap laporan secepat mungkin. Faktor cuaca panas dan kelalaian masyarakat masih menjadi penyebab utama kebakaran di wilayah kami,” ujar Handoko saat dikonfirmasi pada Senin (27/10).
Dari catatan Damkarmat, kata dia, kerugian akibat kebakaran di Gunungkidul 2025 ditaksir mencapai Rp 2,3 miliar. Angka ini sebagian besar berasal dari peristiwa kebakaran rumah warga dan bangunan usaha kecil di beberapa kecamatan.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, menyampaikan bahwa pihaknya terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan darurat.
Edy menambahkan, kecepatan pelaporan dari masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan besarnya kerugian. Pemerintah daerah berkomitmen memperluas jaringan pos siaga dan meningkatkan pelatihan petugas guna memperkuat layanan penyelamatan di seluruh wilayah Gunungkidul.
“Kami mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama dalam penggunaan listrik dan penyimpanan bahan mudah terbakar,” kata Edy. (bas)
Editor : Sevtia Eka Novarita