Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Warga Kawasan Baron Gunungkidul Resah! Sudah 6 Bulan 99 Lampu Penerangan JJLS Tak Kunjung Diperbaiki

Yusuf Bastiar • Rabu, 22 Oktober 2025 | 23:13 WIB

Kondisi penerang jalan di JJLS area Baron.
Kondisi penerang jalan di JJLS area Baron.
GUNUNGKIDUL - Sudah lebih dari enam bulan, 99 lampu penerangan jalan di kawasan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) tidak lagi menyala.

Kondisi itu menimbulkan keresahan warga, terutama bagi mereka yang beraktivitas di malam hari di jalur yang dikenal sepi dan berada di kawasan perbukitan tersebut.

Pemilik warung kelontong di tepi JJLS Baron Suhartini (59) mengaku, kondisi jalan menjadi sangat gelap sejak lampu tenaga surya di depan warungnya tidak lagi berfungsi.

“Sudah sempat kami laporkan, tapi belum ada perbaikan sampai sekarang,” ujar Suhartini saat ditemui pada Rabu, (22/10/2025).

Menurutnya, keberadaan lampu penerangan jalan tidak hanya penting untuk keamanan warga, tetapi juga bagi keselamatan para pengendara.

Khususnya, kata dia, adalah wisatawan yang berkunjung ke pesisir Gunungkidul. Ia juga mengaku, kondisi gelap turut memengaruhi aktivitas ekonomi warga sekitar.

“Kalau malam gelap sekali, apalagi di sini jalannya lebar dan banyak kendaraan yang melaju cepat. Kalau ada penerangan, orang bisa lihat sekitar, lebih aman. Kalau warung terang, orang tidak takut mampir. Tapi kalau gelap begini, pelanggan juga enggan berhenti,” keluhnya.

Suhartini berharap pemerintah segera memperbaiki lampu-lampu yang mati agar keamanan dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga. Sebab, menurutnya JJLS menjadi salah satu jalur utama di selatan Gunungkidul.

Terlebih, kata dia, keberadaan penerangan jalan di JJLS menjadi faktor penting bagi keselamatan pengendara dan aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang jalur tersebut.

“Harapannya ya supaya cepat diperbaiki. Kami di sini tidak bisa memperbaiki sendiri karena pakai panel surya. Selain tidak tahu caranya, juga takut salah,” tutur Suhartini.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Seksi Penerangan Jalan Umum Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul Agus Supriyono membenarkan banyaknya lampu penerangan di sepanjang JJLS yang tidak lagi berfungsi.

“Kami sudah menerima banyak laporan dari warga. Dari 170 titik penerangan di sepanjang JJLS, sekitar 99 di antaranya sudah tidak berfungsi,” kata Agus.

Dari total 170 titik penerangan, 150 unit di antaranya menggunakan energi surya, sementara sisanya 20 titik memakai listrik konvensional.

Kerusakan paling banyak terjadi pada lampu tenaga surya akibat hilangnya komponen aki penyimpan daya.

Selain pencurian, Agus menyebut faktor usia aki juga menjadi penyebab lampu tidak lagi berfungsi maksimal. Umur aki biasanya hanya bertahan tiga hingga lima tahun.

“Karena tanpa aki, lampu tenaga surya tidak bisa menyala,” jelasnya.

Lebih lanjut, Agus menuturkan, pihaknya telah melaporkan temuan tersebut ke Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) di Semarang.

Hal itu karena proyek pembangunan JJLS merupakan kewenangan BPJN. Ditambah lagi, kata dia, status jalan JJLS masih dalam pembahasan apakah menjadi jalan nasional, provinsi, atau kabupaten.

Meski demikian, Dishub tetap melakukan pendataan dan verifikasi sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap warga setempat.

“Jadi untuk sementara tanggung jawab perbaikan belum di Dishub Gunungkidul. Kami tetap lakukan pendataan karena lokasinya di wilayah kami. Tapi untuk perbaikan, kami masih menunggu tindak lanjut dari BPJN,” imbuhnya. (bas)

Editor : Bahana.
#JJLS Gunungkidul #pantai baron #JJLS #JJLS Bantul