Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Batal Direlokasi, PKL di Alun-Alun Wonosari Justru Dilarang Berjualan Tiga Bulan, Imbas Pembangunan Drainase

Yusuf Bastiar • Rabu, 22 Oktober 2025 | 01:45 WIB
Pedagang di kawasan Alun-Alun Wonosari masih nekat berjualan setelah ada larangan
Pedagang di kawasan Alun-Alun Wonosari masih nekat berjualan setelah ada larangan

GUNUNGKIDUL - Penataan kawasan Alun-Alun Wonosari sempat membuat pedagang kaki lima (PKL) khawatir dengan adanya relokasi. Sebab wacana tersebut sudah bergulir sejak Mei. Alasannya karena PKL dinilai mengganggu. Namun kini, PKL justru dilarang berjualan selama tiga bulan. Alasannya karena proyek pembangunan drainase.

Larangan ini, disebut sudah berlaku sejak awal Oktober. Namun para pedagang tetap nekat menggelar lapak di kawasan alun-alun pada Minggu (19/10). “Dua hari saja tidak jualan, anak-anak sudah pada nangis minta uang jajan, mau makan juga bingung dari mana,” keluh Koordinator Lapangan Paguyuban Pedagang Kaki Lima Alun-Alun Wonosari Among Prakoso Selasa (21/10).

 Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Kenaikan Gaji PNS Hingga 12 Persen Mulai Oktober 2025

 

Menurut Among, sebagian besar PKL menggantungkan hidup sepenuhnya dari hasil berdagang di alun-alun. Biasanya, beberapa pedagang mulai berjualan sejak pagi hingga malam hari. Namun, pedagang tersebut bukan bagian dari paguyuban PKL Alun-alun Wonosari.

Among menegaskan, dengan adanya larangan itu, paguyuban tetap aktif berjualan saat sore hari. Mulai pukul 17.00 hingga 22.00. Menurutnya, ini sebagai langkah agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu kegiatan di lingkungan pemerintahan yang berdekatan dengan alun-alun.

“Kalau siang dianggap mengganggu, kami sepakat hanya buka sore sampai malam. Tidak mungkin kami tidak berjualan sama sekali,” tambahnya.

 Baca Juga: Prediksi Union Saint Gilloise vs Inter Liga Champions Rabu 22 Oktober Kick Off 02.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Among menyebut, para pedagang telah berupaya meminta kesempatan untuk berdialog langsung dengan Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsi. “Karena beliau yang membuat kebijakan. Kami ingin menjelaskan realitas di lapangan, supaya suara kami juga didengar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Gunungkidul Marno menyebut, larangan berjualan itu diterapkan karena pembangunan dan pemugaran area alun-alun sedang berlangsung. “Kami sudah memberikan edukasi kepada para pedagang agar tidak berjualan. Hal ini terkait adanya aktivitas pembangunan di kawasan alun-alun,” jelas Marno. (bas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#pedagang kaki lima (PKL) #Alun-alun Wonosari #larangan #pembangunan drainase #Penataan #PKL #Relokasi #Dilarang berjualan #Satpol PP Gunungkidul