GUNUNGKIDUL - Hujan deras disertai angin kencang melanda sebagian wilayah Kabupaten Gunungkidul dalam satu pekan terkahir ini. Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, tercatat sekitar 50 unit rumah dan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan di Semin, Ngawen, dan Nglipar.
Ketua Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi (PKRR) BPBD Gunungkidul, Nanang Irawanto, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang tersebut berlangsung cukup singkat namun menimbulkan dampak signifikan.
"Hujan deras disertai angin kencang terjadi sekali dalam sepekan, tepatnya pada Rabu sore kemarin (16/10). Dampaknya paling terasa di wilayah Semin dan sekitarnya, serta menjalar hingga Ngawen dan Nglipar," ujar Nanang saat dihubungi pada Minggu, (19/10).
Data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Gunungkidul, terdapat 11 kalurahan terdampak akibat peristiwa ini, antara lain Belij, Rejosari, Bulurejo, Semin, Candirejo, Sumberrejo, Warurejo, Kampung, Katongan, Kemejing, dan Ngawen.
Dari hasil pendataan awal, dilaporkan 39 rumah mengalami kerusakan, 5 kios rusak, 1 jalan terganggu aksesnya, serta 2 jaringan listrik dan satu pasar turut terdampak. Tim gabungan hingga kini masih melakukan pembersihan dan perbaikan sementara di beberapa titik.
Kepala BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan, terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan BMKG Stasiun Klimatologi DIY untuk mengantisipasi potensi hujan disertai angin kencang yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. "Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, terutama menjelang puncak musim hujan," kata Purwono.
Ia juga memberikan sejumlah rekomendasi kewaspadaan kepada warga, antara lain memperhatikan peringatan dini cuaca dari pihak berwenang, memangkas pohon lapuk atau cabang yang berlebih, serta menghindari berteduh di bawah pohon besar, tiang listrik, dan papan reklame saat hujan deras disertai angin.
Purwono menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keselamatan diri dan lingkungan, termasuk segera melapor ke posko bencana terdekat apabila terjadi kondisi darurat. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama. "Kami berharap warga selalu meningkatkan kewaspadaan agar potensi kerugian dan korban dapat diminimalkan," jelas Purwono. (bas/pra)
Editor : Sevtia Eka Novarita