Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

MSIG Indonesia Realisasikan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dengan Pendidikan Lingkungan di Sekolah Penyangga Kawasan Suaka Margasatwa Paliyan

Yusuf Bastiar • Jumat, 17 Oktober 2025 | 21:33 WIB

Pembukaan Pendidikan Lingkungan bagi siswa SMPN 1 Saptosari pada Kamis kemarin (16/10).
Pembukaan Pendidikan Lingkungan bagi siswa SMPN 1 Saptosari pada Kamis kemarin (16/10).
GUNUNGKIDUL - Sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan di bidang kehutanan dan lingkungan hidup, PT Asuransi MSIG Indonesia bekerja sama dengan BKSDA Yogyakarta melaksanakan kegiatan Pendidikan Lingkungan bagi 50 siswa SMPN 1 Saptosari, Gunungkidul.

Sekolah ini dipilih karena berperan sebagai penyangga kawasan Suaka Margasatwa Paliyan.

Dilaksanakan dalam delapan kali pertemuan, pendidikan lingkungan telah dimulai sejak pertengahan Oktober hingga Desember 2025.

Perwakilan MSIG Indonesia Gunawan Setiaji menjelaskan, pendidikan lingkungan bagi siswa SMP dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada pelajar dalam mengenal dan menjaga lingkungan.

Khususnya, kata dia, kawasan Suaka Margasatwa Paliyan sebagai salah satu kawasan konservasi penting di selatan Gunungkidul.

Pendidikan lingkungan, kedepannya akan mencakup pembelajaran di kelas dan praktik lapangan pengenalan pentingnya melestarikan hutan.

“Nanti siswa juga kami kenalkan dengan satwa dilindungi dan jenis-jenis pohon, pembuatan bibit tanaman, hingga kegiatan tracking, penanaman pohon, ecoprint, dan pengelolaan sampah,” ungkap Gunawan saat ditemui di SM Paliyan pada Jumat, (17/10/2025).

Ia menambahkan, tujuan utama program ini adalah menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap kelestarian alam sejak dini.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberi pengetahuan dan pengalaman baru yang bermanfaat, sehingga anak-anak dapat menerapkan perilaku ramah lingkungan baik di sekolah maupun di masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Resort Konservasi Wilayah SM Paliyan BKSDA Jogjakarta Siti Rohimah menilai pendidikan lingkungan ini sangat penting dalam menanamkan nilai konservasi sejak usia sekolah.

Ditambah lagi, kata dia, anak-anak yang terlibat dalam pendidikan merupakan warga pelajar yang tinggal di kawasan penyangga Suaka Margasatwa.

Hal ini menjadi penting, sebab menurut Siti SM Paliyan selama ini berfungsi sebagai kawasan penyangga kehidupan di wilayah selatan Gunungkidul.

Kedelapan, ia berharap, generasi penerus di kawasan penyangga lebih sadar akan pentingnya ekosistem hutan yang masih terjaga.

“Upaya penyadaran terhadap kelestarian hutan sejak dini sangat dibutuhkan. Meskipun luas hutan tidak bertambah, jika dijaga dengan baik, manfaatnya akan tetap lestari dari generasi ke generasi,” ujar Siti.

Melalui program berkelanjutan ini, MSIG Indonesia berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan instansi pemerintah dalam menjaga keberlanjutan ekosistem hutan di Gunungkidul.

Tak hanya itu, Gunawan juga berkomitmen, pihaknya akan menanamkan semangat konservasi pada generasi muda.

“Kami percaya bahwa pendidikan lingkungan adalah investasi jangka panjang. Jika anak-anak tumbuh dengan kesadaran menjaga alam, maka masa depan lingkungan Indonesia akan lebih terjamin,” tutup Gunawan. (bas)

Editor : Bahana.
#MSIG #Gunungkidul