Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Polsek Wonosari Lakukan Penyidikan Kasus Siswa SD Tewas di Sungai usai Kegiatan Pramuka

Yusuf Bastiar • Jumat, 17 Oktober 2025 | 03:18 WIB
MUSIBAH: Siswa SDN Kamal di Kalurahan Wunung, Wonosari ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Kamal seusai mengikuti kegiatan pramuka, Rabu malam (15/10).
MUSIBAH: Siswa SDN Kamal di Kalurahan Wunung, Wonosari ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Kamal seusai mengikuti kegiatan pramuka, Rabu malam (15/10).

GUNUNGKIDUL - Polsek Wonosari tengah melakukan penyidikan menyusul tewasnya seorang siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kamal di Kalurahan Wunung, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul. Korban berinisial GS (8) ditemukan meninggal dunia di dasar sungai dekat sekolahnya setelah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, Rabu sore (15/10).


Kapolsek Wonosari Kompol Edy Purnomo membenarkan terjadinya peristiwa itu. Ia menyampaikan tim kepolisian telah turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi dari pihak sekolah serta rekan korban.


"Pihak keluarga telah bertemu pihak sekolah dan sementara waktu menerima peristiwa ini sebagai musibah. Meski surat pernyataan resmi belum dibuat karena keluarga masih berduka,” ujar Edy saat dikonfirmasi, Kamis (16/10) sore.


Dari hasil pemeriksaan medis, lanjut Edy, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari dua jam sebelum ditemukan. Menurutnya, pemeriksaan fisik menunjukkan tanda-tanda lebam mayat, wajah pucat, dan darah keluar dari telinga kiri yang diduga akibat benturan pada bagian belakang kepala. Namun tidak ditemukan adanya tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.


“Untuk sementara kami belum menemukan indikasi tindak pidana. Tapi penyelidikan tetap kami lanjutkan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” tambah perwira polisi dengan melati satu di pundak ini.


Kapolsek menegaskan, penyidik telah meminta keterangan dua pembina kegiatan serta sejumlah saksi lain. Hingga kini tidak ditemukan adanya unsur kelalaian dari pihak sekolah maupun pembina.


"Sebelum meninggalkan lokasi kegiatan, kedua saksi sudah melakukan pengecekan terhadap siswa. Sebagian dijemput orang tua di jalan, dan sampai saat ini tidak ditemukan indikasi kelalaian,” jelasnya.


Berdasarkan keterangan saksi, Edy mengungkapkan kegiatan Pramuka dimulai sekitar pukul 13.00 dan diikuti sekitar 80 siswa dari kelas 1 hingga 6, dengan dua pembina pendamping. Tema kegiatan hari itu adalah pengenalan alam dan hewan sekitar.


Kemudian para peserta berjalan kaki sejauh 2,5 kilometer menuju lokasi pengamatan di alam terbuka. Beberapa siswa terlihat bermain di pinggir sungai, bahkan sebagian sempat turun ke air dangkal untuk mengamati hewan kecil seperti kepiting.


“Memasuki pukul 15.00, kegiatan ditutup dan rombongan kembali ke sekolah. Sebagian siswa dijemput orang tua di jalan, sementara sisanya tiba di sekolah sekitar pukul 16.00,” ujarnya.
Menurut Edy, salah satu pembina kemudian mendapati tas dan sepatu milik GS tertinggal di sekolah. Barang tersebut sempat dikirim ke rumah korban oleh temannya karena dikira GS sudah pulang. Namun hingga menjelang Magrib, korban tak kunjung tiba di rumah.


Orang tua GS bersama warga kemudian melakukan pencarian dan mendapatkan keterangan bahwa korban terakhir terlihat di sekitar Sungai Kamal. Upaya pencarian pun dilakukan hingga akhirnya GS ditemukan di dasar sungai sedalam dua meter dalam kondisi tak bernyawa.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sekolah dan keluarga korban. "Kami masih menelusuri penyebab pasti tenggelamnya korban. Saat ini sedang dilakukan klarifikasi dan investigasi ke sekolah. Belum dapat disimpulkan apakah korban terpeleset atau bermain setelah kegiatan selesai,” ujarnya. (bas/laz)

Editor : Herpri Kartun
#sekolah dasar negeri #polsek wonosari #Pramuka #tempat kejadian perkara