Putra semata wayangnya GS (8) siswa kelas 3 SDN Kamal, ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Kamal pada Rabu malam (15/10).
Korban sebelumnya mengikuti kegiatan Pramuka di sekolahnya pada sore hari.
Saat ditemui di kediamannya, Supriyadi menceritakan pagi itu putranya berangkat sekolah seperti biasa.
Setelah pulang siang hari, GS bersiap mengikuti kegiatan Pramuka.
“Jam satu siang saya antar ke sekolah untuk Pramuka,” ujar Supriyadi saat ditemui di rumah duka pada Kamis, (16/10/2025).
Namun hingga malam hari, lanjut dia, sang anak tak kunjung pulang.
Sekitar pukul 18.30 Supri yang baru pulang dari aktivitas hariannya mengetahui GS belum di rumah. Oleh sebab itu, ia bergegas mencari ke sekolah.
Namun Supri hanya menemukan tas dan sepatunya. Merasa khawatir, Supri segera mencari keberadaan sang anak.
Ia mendatangi sekolah, lalu ke arah sungai di barat sekolah setelah mendapat informasi dari warga.
“Sampai di sekolah, ternyata para guru dan warga sudah melakukan pencarian ke sungai. Saya ikut menyusuri aliran air. Akhirnya anak saya ditemukan di sungai dalam keadaan tidak bernyawa,” katanya lirih.
Kepala SDN Kamal Sukatmiyati saat dikonfirmasi di sekolah, menolak memberikan keterangan terkait insiden tersebut.
“Maaf, semua informasi sudah dipusatkan melalui Dinas Pendidikan Gunungkidul,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Nunuk Setyowati membenarkan adanya peristiwa meninggalnya seorang murid SDN Kamal.
“Iya benar, ada murid SDN Kamal yang meninggal dunia pada Rabu malam. Murid berinisial GS, berusia delapan tahun, warga Wunung, Wonosari,” kata Nunuk saat dikonfirmasi.
Nunuk menegaskan bahwa kegiatan yang diikuti siswa bukan kegiatan outbound, melainkan kegiatan Pramuka rutin di sekolah.
Nunut menyebut bahwa kegiatan Pramuka difokuskan mencari daun-daunan dan tanaman obat di sekitar sekolah.
Dari informasi yang Nunuk dapat, ia mengatakan tidak ada kegiatan di sungai.
Menurutnya, kegiatan berakhir sore hari dan para pembina Pramuka memastikan seluruh siswa telah pulang.
“Dari keterangan sekolah, pembina pulang paling akhir dan tidak ada siswa yang tertinggal. Namun malamnya, orang tua melapor anaknya belum pulang, lalu ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Kamal,” ujarnya.
Nunuk mengaku, kini pihaknya masih menelusuri penyebab pasti tenggelamnya korban.
“Kami masih melakukan klarifikasi dan investigasi ke sekolah. Belum bisa disimpulkan apakah korban bermain atau terpeleset setelah kegiatan,” tambah Nunuk.
Terpisah, Kapolsek Wonosari Kompol Edi Purnomo juga membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, laporan diterima Polsek Wonosari sekitar pukul 19.00.
“Benar, kami menerima laporan ada anak tenggelam di Sungai Kamal. Saat itu, dari keterangan awal, sekitar enam kelas atau sekitar 80 siswa mengikuti kegiatan Pramuka di sekitar sekolah,” kata Edi singkat. (bas)
Editor : Bahana.