GUNUNGKIDUL - Tim Unit Pelaksana Teknis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (UPT Damkarmart) Gunungkidul kembali menunjukkan kerja cepat dalam penanganan situasi darurat non-kebakaran.
Kali ini, petugas mengevakuasi seekor ular piton sepanjang sekitar 2,5 meter dari kandang ayam milik warga di Kalidadap, Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari, Selasa (14/10/2025) malam.
Kepala UPT Damkarmart Gunungkidul Ngadiyono menjelaskan, laporan diterima sekitar pukul 23.00 dari warga bernama Watiyo, 60. Watiyo melapor setelah mendengar suara ayam berkokok keras di kandang belakang rumahnya.
Saat diperiksa, ternyata seekor ular piton besar telah memangsa salah satu ayam peliharaannya.
“Begitu mendapat laporan, regu satu langsung bergerak ke lokasi. Petugas mengevakuasi ular dengan hati-hati agar tidak melukai hewan maupun warga sekitar,” katanya, Rabu (15/10/2025).
Dia menjelaskan, ular tersebut berhasil diamankan dalam waktu singkat tanpa menimbulkan kerusakan maupun korban jiwa.
Setelah proses evakuasi selesai, ular dibawa ke kantor damkar untuk sementara waktu sebelum diserahkan kepada komunitas pecinta reptil untuk direhabilitasi.
“Kami selalu siap melayani masyarakat, tidak hanya dalam penanganan kebakaran, tapi juga situasi penyelamatan seperti evakuasi satwa liar atau pertolongan darurat lainnya,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sumadi mengapresiasi langkah cepat tim damkarmart yang dinilai sebagai bentuk kerja kemanusiaan di tingkat lokal.
Ia menambahkan, kerja sama lintas instansi, termasuk antara damkar, BPBD, dan komunitas relawan, menjadi kunci keberhasilan penanganan berbagai situasi darurat di Gunungkidul.
“Evakuasi seperti ini penting untuk menjaga keselamatan warga dan keseimbangan lingkungan. Tindakan cepat petugas tidak hanya mencegah potensi bahaya, tetapi juga menunjukkan sisi kemanusiaan karena hewan tidak dibunuh, melainkan diamankan,” terangnya.
UPT Damkarmart Gunungkidul tetap siaga 24 jam melayani masyarakat, baik dalam kejadian kebakaran, kecelakaan, penyelamatan hewan, hingga pertolongan warga yang terjebak di ruang sempit.
Dengan penanganan cepat dan koordinasi antarlembaga yang solid, peristiwa evakuasi ular di Kalidadap menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan petugas dalam melindungi keselamatan warga.
Ini juga sekaligus mencerminkan wajah kemanusiaan dalam tugas penyelamatan sehari-hari.
“Kami ingin masyarakat tidak ragu melapor jika menghadapi situasi berisiko. Semua layanan damkar bersifat gratis dan terbuka untuk umum,” tegasnya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita