Sejak pertengahan September 2025, hasil tangkapan keong laut jenis keong macan (Babylonia spirata) di perairan Gesing melimpah, dengan rata-rata hasil mencapai 1,5 ton per hari.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul Wahid Supriyadi mengungkapkan, fenomena ini menjadi kabar baik bagi nelayan setempat.
Sebab, selain bernilai ekonomi tinggi, hasil tangkapan juga turut berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kegiatan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Gesing.
Ia menjelaskan, keong macan merupakan salah satu biota laut bernilai jual tinggi yang banyak ditemukan di perairan Indo-Pasifik, termasuk di kawasan selatan Jawa.
Hewan bercangkang motif loreng menyerupai kulit macan ini umumnya hidup di dasar pasir laut pada kedalaman sekitar 10 meter.
“Sejak 15 September sampai sekarang, hasil tangkapan keong macan cukup melimpah. Nelayan menggunakan sembilan unit perahu motor tempel yang setiap harinya bisa membawa hingga satu setengah ton keong laut,” ujar Wahid saat ditemui pada, Selasa (14/10/2025).
Setelah ditangkap, kata Wahid, hasil tangkapan keong macan didaratkan di TPI Gesing yang berada di bawah pengelolaan UPT TPI Arghamina DKP Gunungkidul.
Di lokasi ini, hasil tangkapan dibersihkan, ditimbang, dan dikenai retribusi yang kemudian masuk ke Kas Daerah sebagai PAD Kabupaten Gunungkidul.
“Setelah proses di TPI, keong macan ini dibeli pedagang (bakul) dan dikirim ke Cilacap untuk dibekukan sebelum diekspor ke China. Rantai distribusinya sudah berjalan baik dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” tambah Wahid.
Kepala DKP Gunungkidul M. Johan Wijayanto menyebut, hasil tangkapan keong macan ini menjadi salah satu contoh nyata potensi ekonomi laut yang dimiliki wilayah pesisir selatan Gunungkidul.
Pihaknya terus mendorong peningkatan kapasitas nelayan dan penguatan infrastruktur pelabuhan agar rantai produksi dan distribusi hasil laut bisa lebih efisien.
Ia menambahkan, selain nilai ekonominya, keong macan juga memiliki kandungan gizi tinggi.
Dalam 100 gram keong macan terdapat sekitar 65 kalori serta berbagai nutrisi penting, termasuk protein, lemak sehat, dan mineral laut yang bermanfaat bagi kesehatan.
“Selain lezat, keong macan juga kaya nutrisi dan bisa diolah menjadi berbagai menu seperti rebus bumbu rempah, kukus, atau saus. Ini juga bisa dikembangkan sebagai kuliner khas pesisir yang bernilai jual tinggi,” kata Johan.
Dengan meningkatnya hasil tangkapan keong macan, DKP Gunungkidul berencana melakukan pemantauan berkala terhadap populasi biota laut tersebut agar tetap terjaga dan tidak terjadi eksploitasi berlebihan.
Upaya keberlanjutan ini, menurut Johan, menjadi kunci agar potensi laut bisa dimanfaatkan tanpa merusak ekosistem.
“Kami ingin nelayan sejahtera, tapi sumber daya laut juga tetap lestari. Karena itu, keseimbangan antara ekonomi dan ekologi harus dijaga,” tegasnya. (bas)
Editor : Bahana.