Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunungkidul Tawarkan Investasi Strategis di Sektor Logistik: Proyek Agribisnis Cold Storage Siap Digarap

Yusuf Bastiar • Senin, 13 Oktober 2025 | 22:32 WIB

Pelabuhan Sadeng di Kapanewon Rongkop Gunungkidul menjadi penyumbang terbesar hasil tangkapan laut di Jogjakarta, selama ini ratusan nelayan di Pelabuhan Pantai Sadeng masih
Pelabuhan Sadeng di Kapanewon Rongkop Gunungkidul menjadi penyumbang terbesar hasil tangkapan laut di Jogjakarta, selama ini ratusan nelayan di Pelabuhan Pantai Sadeng masih
GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus memperkuat daya tarik investasi di sektor logistik dan agribisnis.

Salah satu proyek unggulan yang kini siap ditawarkan adalah Agribisnis Cold Storage yang berlokasi di Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop.

Lokasi ini berdekatan dengan kawasan pelabuhan terbesar di DIJ yang berada di Pantai Sadeng Gunungkidul.

Kepala Dinas DPMPTSP Gunungkidul Agung Danarta menjelaskan, proyek ini dirancang sebagai pusat rantai pasok dingin (cold chain) yang terintegrasi dengan sektor perikanan, pertanian, dan pengolahan hasil bumi.

“Gunungkidul memiliki potensi besar di sektor perikanan dan pertanian, namun sering terkendala pada pasca panen dan penyimpanan. Kehadiran fasilitas cold storage ini menjadi solusi konkret untuk menjaga kualitas produk dan memperluas jangkauan pasar,” ujar Agung saat dikonfirmasi pada Senin, (13/10/2025).

Berdasarkan kajian kelayakan, Agung menyebut proyek Agribisnis Cold Storage dinyatakan layak secara finansial dengan nilai investasi tahap pertama mencapai Rp61,9 miliar.

Fasilitas yang akan dibangun mencakup pabrik es balok, cold storage, dan food processing, dengan dukungan infrastruktur seperti pasar lokal, mess, hingga fasilitas IPAL.

Ia mengaku pihaknya telah melakukan analisis keuangan yang menunjukkan angka Internal Rate of Return (IRR) mencapai lebih dari 30%, dengan periode pengembalian investasi (payback period) antara 4 hingga 5 tahun.

Proyek ini, kata Agung, memiliki potensi Net Present Value (NPV) positif hingga Rp38 miliar untuk cold storage, menandakan peluang keuntungan yang kuat bagi investor.

“Dengan dukungan infrastruktur seperti pasokan listrik sebesar 90 MW, jaringan telekomunikasi modern, serta kapasitas air bersih dari PDAM Tirta Handayani, kawasan ini siap menjadi pusat logistik modern di selatan Joghakarta,” tegas Agung.

Terpisah, Sekretaris DPMPTSP Gunungkidul Asar Janjang Riyanti menambahkan, lokasi proyek di Rongkop dipilih karena memiliki keunggulan aksesibilitas dan kedekatan dengan sentra produksi hasil laut dan pertanian.

Ia menyebut lahan yang disiapkan seluas 1,8 hektare untuk tahap awal, dan dapat dikembangkan hingga 12,01 hektare.

Status lahan saat ini, lanjut Asar, telah clean and clear dengan legalitas lengkap berupa SHM dan L/C, siap untuk proses akuisisi dan pembangunan.

“Lokasi kami hanya sekitar 4,7 kilometer dari simpang Jalur Lintas Selatan (JJLS) dan berjarak kurang dari 30 menit ke Pelabuhan Perikanan Sadeng. Ini akan memudahkan distribusi lintas provinsi, termasuk ke Jawa Tengah,” jelas Asar.

Selain menjadi magnet investasi, Asar berharap kedepannya bisa memperkuat ketahanan pangan daerah serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Sekretaris DPMPTSP itu memperkirakan sekitar 80 tenaga kerja lokal akan terserap dalam tahap operasional pertama.

“Kami ingin proyek ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tapi juga memberikan dampak sosial yang nyata,” imbuhnya. (bas)

Editor : Bahana.
#Gunungkidul #agribisnis