Langkah ini tidak hanya menjadi bentuk adaptasi terhadap perubahan iklim, tetapi sebagai upaya memperluas akses air bersih.
Kepala Dukuh Bentar, Kalurahan Kenteng, Kapanewon Ponjong Widiyono menyampaikan, rasa syukur atas teralirnya air PDAM ke wilayahnya yang selama ini dikenal rawan kekeringan.
Pasalnya, sebelum ada pipanisasi PDAM, warga Bentar telah melakukan pengeboran, tapi yang keluar justru asap berbau belerang.
“Jumlah penduduk di Padukuhan Bentar mencapai 74 kepala keluarga. Saat ini sudah hampir 50 KK yang terpasang meteran PDAM,” tutur Widiyono saat dikonfirmasi pada Rabu, (8/10/2025).
Menurutnya, sebelum tersambung jaringan PDAM, warga Bentar mengandalkan pasokan air dari tangki. Kini, sebagian besar warga mulai bisa menikmati air bersih langsung di rumah.
Meski demikian, masih terdapat sekitar 27 KK yang belum terlayani, serta beberapa pelanggan di titik tertinggi yang masih menghadapi kendala tekanan air.
“Kami sudah tidak was-was lagi mengalami kekurangan air bersih selama musim kemarau tahun depan,” imbuhnya.
Humas PDAM Tirta Handayani Rachmad mengatakan, perluasan jaringan ke Padukuhan Bentar bukanlah pekerjaan mudah.
Pihaknya harus memasang jaringan pipa sepanjang 700 meter dan menambah instalasi pompa di Reservoir Ngrombo Bedoyo untuk memastikan air bisa menjangkau seluruh titik.
Ia menambahkan, PDAM akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian aliran untuk menjaga kestabilan distribusi, sekaligus menyiapkan penambahan jaringan baru melalui dana penyertaan modal daerah yang difokuskan untuk wilayah Kenteng dan sekitarnya.
“Kami merasa bersyukur bisa membersamai masyarakat Bentar. Upaya ini menjadi wujud komitmen PDAM dalam memperluas layanan dan meningkatkan kualitas distribusi air bersih bagi masyarakat Gunungkidul,” ujar Rachmad.
Upaya serupa juga dilakukan oleh Pemerintah Kalurahan Tepus.
Lurah Tepus Hendro Pratopo menjelaskan, pihaknya telah melakukan uji coba aliran PDAM menuju Padukuhan Kanigoro setelah penyambungan jaringan pipa selesai.
Hasilnya, debit air terpantau stabil dan cukup besar.
Ia berharap, sambungan PDAM ke Padukuhan Kanigoro dapat meningkatkan pelayanan dasar dan kesejahteraan masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan air bersih rumah tangga tanpa harus bergantung pada suplai air tangki.
“Ini bagian dari langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.
Biasanya warga kalau kekeringan hanya mengandalkan air tangki, baik hasil urunan maupun beli sendiri.
Dengan adanya jaringan PDAM, warga kini punya akses air bersih yang lebih pasti,” terang Hendro. (bas)
Editor : Bahana.