GUNUNGKIDUL - Realisasi investasi di Kabupaten Gunungkidul hingga Triwulan III 2025 tercatat mencapai Rp 620,88 miliar.
Angka tersebut setara dengan sekitar 74,6 persen dari target investasi tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp 831,43 miliar.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul Agung Danarta menyebut, capaian tersebut menunjukkan tren positif meski masih ada ruang untuk mengejar target hingga akhir tahun.
“Dalam waktu dekat kami akan menyelenggarakan kegiatan temu bisnis untuk membangun jejaring dan dalam rangka mempromosikan potensi investasi di Gunungkidul,” ujar Agung saat ditemui di Mal Pelayanan Publik Terminal Induk Dhaksinarga, Senin (6/10/2025).
Sementara, Pemkab Gunungkidul telah menetapkan proyeksi investasi pada 2026 dengan target naik 0,80 persen dibanding tahun ini, atau senilai Rp 838,08 miliar.
Agung menekankan, kenaikan target ini bukan sekadar angka, melainkan dorongan untuk semakin meningkatkan peran investasi dalam mendorong pembangunan daerah.
Menurutnya kenaikan target tersebut melihat capaian positif dalam perkembangan investasi beberapa tahun terakhir.
Data realisasi investasi menunjukkan tren peningkatan signifikan dari 2021 hingga 2024. Pada 2021, nilai investasi tercatat sebesar Rp 282,83 miliar, kemudian naik menjadi Rp 475,35 miliar pada 2022.
Berikutnya, 2023, realisasi investasi meningkat lagi menjadi Rp 629,16 miliar, dan pada 2024 menembus angka Rp 825,65 miliar.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul Agung Danarta menyebut, capaian ini menjadi sinyal optimisme terhadap iklim investasi di daerah.
“Peningkatan nilai investasi menunjukkan bahwa Gunungkidul semakin dilirik sebagai tujuan penanaman modal, baik oleh investor dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Agung.
Gunungkidul sendiri, kata dia, memiliki potensi besar, khususnya di sektor pariwisata. Dengan garis pantai sepanjang kurang lebih 70 kilometer di sisi selatan.
Terlebih Gunungkidul memiliki pesona pantai berpasir putih yang membedakan karakteristiknya dengan wilayah lain di DIY.
Pada 2024 saja, jumlah wisatawan yang berkunjung mencapai lebih dari 3,28 juta orang, didominasi wisatawan nusantara.
Objek wisata Tanjungsari tercatat menjadi yang paling banyak dikunjungi, dengan lebih dari 1,1 juta wisatawan.
“Optimisme ini tetap tinggi karena kita melihat peta kondisi penanaman modal yang stabil dan terus bergairah,” ujarnya.
Baca Juga: Siapa Pemilik Ponpes Lirboyo? Viral Ratusan Santri Ikut Ngecor Bangunan, Pengasuh: Amal Jariyah
Sementara itu, dukungan infrastruktur menjadi faktor penting dalam mendorong investasi.
Menurutnya infrastruktur tersebut berupa akses investasi seperti jalan jalur lintas selatan (JJLS), ketersediaan listrik, air, serta jaringan telekomunikasi di 18 kapanewon membuat aksesibilitas semakin baik.
Bagi dia, ketersediaan infrastruktur dasar merupakan syarat mutlak yang memberi kepastian bagi investor untuk menanamkan modalnya di Gunungkidul.
Kemudian, dengan tren positif tersebut, Sekretaris DPMPTSP Gunungkidul Asar Janjang Riyanti menyebut, pihaknya optimistis investasi di masa mendatang akan terus meningkat.
Ia juga menegaskan bahwa peran investasi menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah.
Asar berharap tren ini berlanjut dan semakin banyak sektor dapat dikembangkan, mulai dari pariwisata, industri pengolahan, hingga sektor jasa.
Dengan begitu, kontribusi investasi akan semakin memperkuat daya saing Gunungkidul di level regional maupun nasional.
“Pembentukan investasi bukan hanya soal angka, tetapi menjadi faktor penting yang memacu pertumbuhan dan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat,” tegasnya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita