GUNUNGKIDUL - Enam siswa SDN Piyaman 3, Kalurahan Piyaman, Kapanewon Wonosari, dilarikan ke RSUD Wonosari setelah mengalami gejala mual dan muntah Jumat siang (3/10). Mereka diduga keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Setibanya di rumah sakit, para siswa langsung mendapat penanganan medis dengan diinfus. Komandan Kodim 0730/Gunungkidul Letkol Inf Roni Hermawan yang turut mengawal penanganan kasus ini mengatakan, kondisi siswa perlahan membaik setelah tindakan cepat dilakukan.
"Begitu sampai rumah sakit, enam siswa langsung diinfus. Lima di antaranya sudah terlihat segar dan bisa diajak berkomunikasi. Satu siswa masih agak lemas dan mual, kemungkinan juga karena efek infus. Tapi ini langkah awal agar tidak terjadi hal lebih serius," jelasnya saat ditemui di RSUD Wonosari.
Usai mendampingi para korban di rumah sakit, Roni langsung meninjau dapur sehat penyedia MBG.
Dari pengecekan, ia menemukan indikasi ada standar pengolahan makanan yang belum sepenuhnya diterapkan pihak dapur.
"Ada kemungkinan mis dari bahan makanan. Salah satunya buah anggur. Kalau sudah lama bisa basi. Ini harus jadi evaluasi agar kualitas makanan lebih terjamin,” katanya.
Roni menegaskan peristiwa ini masih sebatas dugaan keracunan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Gunungkidul untuk mengambil sampel makanan dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Kami akan dorong perbaikan di dapur sehat, termasuk kewajiban memiliki SLHS. Pengelola juga harus bertanggung jawab jika ada kejadian luar biasa seperti ini,” tegasnya.
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUD Wonosari Mujiyanti menyebut, seluruh siswa dalam kondisi stabil. Hingga kemarin sore, seluruh korban dilaporkan membaik dan bisa segera pulang.
"Anak-anak hanya mengalami mual dan muntah. Setelah diinfus, tidak perlu opname sampai rawat inap. Cukup rawat jalan dan pemantauan lanjutan," ungkapnya. (bas/laz)
Editor : Herpri Kartun