Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hasil Uji Lab Soal Keracunan SPPG Semin: Tidak Ada Bahan Kimia Berbahaya, Diduga Akibat Bakteri dan Jamur

Yusuf Bastiar • Jumat, 3 Oktober 2025 | 21:53 WIB
SPPG Sumberejo Semin Gunungkidul
SPPG Sumberejo Semin Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul akhirnya mengumumkan hasil uji laboratorium terkait dugaan keracunan menu MBG yang menimpa 19 siswa beberapa waktu lalu di Kapanewon Semin.

Kepala Dinkes Gunungkidul Ismono menegaskan, hasil uji kimiawi menunjukkan tidak ada bahan berbahaya yang terkandung dalam sampel makanan maupun air bersih dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberejo, Semin.

“Hasil pemeriksaan kimia tidak ditemukan adanya unsur sianida, fosfor, maupun arsen. Jadi dipastikan tidak ada bahan kimia berbahaya yang menjadi penyebab keracunan,” terang Ismono saat dihubungi pada Jumat, (3/10/2025).

Namun, lanjut Ismono, pemeriksaan biologi justru mengungkap adanya kontaminasi bakteri serta kapang atau khamir (jamur) pada sampel makanan dan air bersih.

Kontaminasi inilah yang diduga kuat menjadi faktor penyebab keracunan yang dialami para siswa. Berdasarkan hasil temuan tersebut, Dinkes Gunungkidul memberikan sejumlah saran dan rekomendasi kepada SPPG.

Di antaranya, mempercepat pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Kesehatan, memastikan pemilihan bahan makanan sesuai standar operasional prosedur (SOP), serta memperbaiki proses pemasakan, penyajian, dan distribusi makanan.

“Uji laboratorium ini kami lakukan sendiri sesuai instruksi BGN, tidak kami limpahkan ke Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) Yogyakarta,” tambahnya.

Selain itu, pihak pengelola SPPG juga diminta lebih memperhatikan kesehatan lingkungan, penggunaan alat pelindung diri (APD) sesuai SOP, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, serta penempatan alat dan bahan makanan di rak atau palet yang higienis.

Tak kalah penting, menurut Ismono pengendalian vektor seperti lalat dan serangga harus dilakukan secara aman, serta perbaikan kualitas air bersih dengan berkoordinasi bersama petugas kesehatan lingkungan puskesmas atau Dinkes setempat.

Dari pihak SPPG Sumberejo Semin, Didik Rubiyanto selaku perwakilan yayasan menyatakan pihaknya kini tengah berbenah dan melengkapi seluruh persyaratan administrasi maupun teknis agar bisa segera kembali beroperasi.

Ia menambahkan, sejak kasus keracunan yang menimpa 19 siswa, dapurnya berhenti beroperasi sesuai instruksi penghentian sementara.

Kondisi ini berdampak pada ribuan siswa yang sebelumnya menjadi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Sejak dapur tidak beroperasi, artinya ribuan siswa tidak mendapat jatah MBG. Kami berharap segera bisa beroperasi kembali agar pasokan makanan bergizi untuk anak-anak bisa berjalan normal,” ujarnya singkat. (bas)

Editor : Bahana.
#Semin gunungkidul #Dinkes gunungkidul #SPPG