GUNUNGKIDUL - Tradisi bukaan Cupu Panjala kembali digelar di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang pada Senin malam (29/9). Upacara adat yang diyakini ini telah berlangsung lebih dari 400 tahun itu berjalan lancar di bawah pengawasan juru kunci cupu Ki Medi Suminarno.
Menurutnya, dalam ritual tahunan Cupu Panjala 2025 kali ini muncul 33 gambaran. Kendati demikian, pihaknya meyakini bahwa tafsir terhadap gambaran tersebut diserahkan sepenuhnya pada masyarakat.
“Kami tidak pernah menafsirkan makna dari setiap gambar yang muncul,” ujarnya saat kepada wartawan pada Selasa, (30/9).
Ki Medi menuturkan prosesi Cupu Panjala dimulai sekitar pukul 23.00 dengan kenduri dua tahap. Hidangan pertama dimakan seorang diri, lalu hidangan kedua disantap berdua sebagai simbol kebersamaan. Setelah kenduri selesai, kata Ki Medi, tiga cupu yang dibungkus kain kafan dibuka satu per satu.
Ketiga cupu tersebut adalah Semar Kinandu yang dipercaya menggambarkan kondisi penguasa, Palang Kinantang yang melambangkan masyarakat menengah, dan Kenthiwiri yang diyakini mewakili rakyat jelata. “Semua prosesi pembukaan cupu berjalan lancar,” ujarnya singkat.
Saat pembukaan, lanjut juru kunci tersebut muncul sedikitnya 33 gambar dari kain kafan yang menutup cupu, selengkapnya baca grafis. Ki Medi memastikan rangkaian acara berjalan sesuai pakem yang diwariskan leluhur.
“Setelah selesai, cupu dikembalikan ke dalam peti, dibungkus kembali dengan kain kafan, lalu disimpan di tempat semula,” ujarnya.
Terpisah, Lurah Girisekar sekaligus ahli waris Cupu Panjala Sutarpan mengatakan, masyarakat masih memegang keyakinan bahwa bukaan cupu bisa menjadi gambaran masa depan. Namun, pihaknya tidak pernah melakukan penafsiran makna dari setiap gambar yang muncul. “Biarlah masyarakat yang mengartikan sendiri. Kami tidak ingin mendahului Tuhan Yang Maha Kuasa. Yang jelas, kami berharap semuanya membawa keberkahan,” ucapnya.
Gambaran yang dari pembukaan kain kafan Cupu Panjala 2025:
- Sisi barat ada gambar ayam jantan menghadap ke barat
- Sisi tenggara ada gambar kepala menghadap ke timur dan barat, yang menghadap ke timur mulutnya terbuka, yang menghadap ke barat sedang merokok.
- Bagian barat daya ada gambar wayang Betara Narada
- Sisi barat laut ada gambar kambing menghadap ke timur
- Bagian timur ada gambar Pulau Sumatera
- Bagian timur laut ada orang duduk menghadap ke timur
- Sisi barat ada gambar bintang
- Bagian timur ada gambar orang duduk menghadap ke timur
- Bagian selatan ada kutu atau gurem
- Bagian timur ada gambar layang-layang berekor
- Bagian timur ada gambar tikus
- Bagian timur ada gambar kepala berjenggot
- Sisi barat laut ada gambar kepala wayang
- Bagian barat ada angka tiga
- Bagian barat ada gambar wayang petruk menghadap barat
- Bagian timur ada gambar kepala laki-laki dengan ikat kepala
- Bagian barat ada gambar orang shalat rukuk menghadap kiblat
- Bagian timur laut ada gambar huruf arab alif
- Bagian timur ada gambar kepala singa
- Bagian barat ada gambar babi menghadap ke timur
- Bagian selatan ada anak menunggang hewan
- Sisi barat ada gambar wayang semar menghadap utara)
- Bagian timur ada gambar telapak tangan
- Bagian timur ada gambar Pulau Jawa
- Sisi barat daya ada gambar kepala dengan mata melotot
- Bagian utara ada gambar gunungan/kayon berdiri
- Bagian barat ada gambar ikan
- Sisi barat daya ada gambar anak kecil memakai rok
- Bagian timur ada angka tiga.Sisi barat daya ada gambar perempuan dengan anaknya
- Selimut yang basah hanya ada empat lembar, sisanya bergambar kering semua
- Cupu Semar Kinandu miring ke arah timur
- Cupu Palang Kinantang miring ke arah selatan
- Cupu Kenti Wiri miring ke arah timur laut
Editor : Heru Pratomo