Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Buntut Kasus Keracunan MBG, Operasional SPPG Sumberejo Dihentikan Sementara Waktu, Tunggu Perbaikan Fasilitas dan Hasil Laboratorium

Yusuf Bastiar • Selasa, 30 September 2025 | 03:00 WIB

Ilustrasi keracunan massal usai mengkonsumsi menu MBG.
Ilustrasi keracunan massal usai mengkonsumsi menu MBG.
 

GUNUNGKIDUL - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberejo, Semin. Kebijakan ini menyusul kasus dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa pada 15 September.

Perwakilan SPPG Sumberejo Didik Rubiyanto menyebut, penutupan dilakukan semata-mata untuk kepentingan evaluasi dan perbaikan. “Mulai Sabtu 27 September kemarin. Sekarang dapur sudah tidak memproduksi makanan,” sebutnya saat dikonfirmasi Senin (29/9).

 Baca Juga: Kurangi Biaya Produksi, Tingkatkan Hasil Panen, Indramayu Terapkan Transformasi Sistem Pertanian

Kini, lanjutnya, SPPG yang baru beroperasi pada 11 September itu fokus melakukan perbaikan sanitasi, drainase, tempat sampah, serta fasilitas cuci tangan. Operasional SPPH, baru bisa kembali dibuka setelah hasil laboratorium dari dinas kesehatan dan BPOM keluar. Serta perbaikan fasilitas dinyatakan layak. “Penutupan ini untuk evaluasi,” lontar Didik.

 Baca Juga: Oknum Guru Terlibat Karaoke dengan Smart TV Bantuan Presiden, DPR Turut Soroti

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Ismono menjelaskan, dugaan keracunan terjadi di lokasi SPPG yang berada di Pandanan RT 02/RW 12, Sumberejo, Semin, Gunungkidul. Dari hasil penyelidikan epidemiologi (PE) yang dilakukan pada 16 September, 19 siswa mengalami gejala keracunan.

 Baca Juga: Viral! Bobby Nasution Tegas Suruh Kendaraan Aceh Ganti Plat BK, Netizen Geram

Menurutnya gejala yang muncul berupa muntah, nyeri perut, pusing, dan demam. Tim kesehatan juga mengamankan sejumlah sampel makanan yang diduga menjadi penyebab. Berupa nasi, tumis wortel, melon, semur tahu, ayam karaage, dan air minum.

 

Semua sampel tersebut telah dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) Jogjakarta untuk diperiksa lebih lanjut. “Kami sedang menunggu uji hasil lab keluar, ini akan memakan waktu dua sampai tiga pekan,” bebernya. (bas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Perbaikan fasilitas #Badan Gizi Nasional (BGN) #penyelidikan epidemiologi (PE) #keracunan #Dinas Kesehatan Gunungkidul #SPPG Sumberejo #sumberejo #SPPG #Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi