Operasi penyelamatan ini dilakukan oleh tim gabungan TRC BPBD Gunungkidul dan Damkarmat Gunungkidul dengan waktu penanganan sekitar satu jam.
Menurut personel TRC UPT Damkar Gunungkidul Kusmiyanto Peristiwa bermula ketika pemilik kambing Paijan (79) sedang berada di kebun samping rumahnya.
Pada saat itu, Paijan mendengar suara kambing dari arah sumur milik adiknya yang berada di depan rumah.
“Saat diperiksa, ternyata satu ekor kambing masuk ke dalam sumur. Melihat hal itu, cucunya segera melaporkan kejadian ke petugas Damkar Gunungkidul,” ungkap Kusmiyanto saat dikonfirmasi pada Senin, (29/9/2025).
Tim gabungan yang terdiri dari personil TRC BPBD dan Damkarmat tiba di lokasi sekitar pukul 07.40 WIB.
Mereka membawa perlengkapan penyelamatan, di antaranya tali karmantel, jangkar, helm, serta peralatan komunikasi.
Proses penyelamatan, kata dia, dilakukan dengan menurunkan personel Damkarmat ke dalam sumur.
Setelah sekitar satu jam upaya evakuasi, kambing berhasil diangkat dalam keadaan hidup.
“Operasi dinyatakan selesai pukul 08.40. Kami lakukan asesmen dulu, memastikan kondisi sumur aman untuk proses evakuasi. Selanjutnya, salah satu personel turun untuk mengangkat kambing,” ujarnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sumadi menyampaikan apresiasi atas kerja sama tim di lapangan.
Setelah memastikan semua aman, tim kembali ke pos dengan selamat dan personel lengkap.
Sumadi mengimbau warga untuk menutup sumur terbuka di sekitar rumah agar kejadian serupa tidak terulang.
“Respons cepat dan koordinasi yang baik membuat proses berjalan lancar. Tugas kemanusiaan ini mencakup penyelamatan warga maupun hewan, karena keduanya memiliki nilai penting bagi kehidupan masyarakat,” tegasnya. (bas)
Editor : Bahana.