Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Baru Delapan dari 1.500 Tangki Tersalurkan, Sisa Anggaran Droping Air Bersih di Gunungkidul Bakal Dikembalikan ke Kas Daerah

Yusuf Bastiar • Senin, 29 September 2025 | 02:15 WIB

 

TERSEDIA: Pemkab Gunungkidul menganggarkan 1.500 tangki air bersih untuk menghadapi kemarau. Namun sampai saat ini, baru tersalurkan delapan tangki.
TERSEDIA: Pemkab Gunungkidul menganggarkan 1.500 tangki air bersih untuk menghadapi kemarau. Namun sampai saat ini, baru tersalurkan delapan tangki.
 

GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menganggarkan 1.500 tangki air bersih untuk musim kemarau. Namun sampai saat ini, baru delapan tangki yang tersalurkan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Sumadi menyebut, droping air menyesuaikan permintaan resmi dari masyarakat. Minimnya permintaan air bersih, disebut karena masih adanya hujan saat kemarau.

 Baca Juga: Gelontorkan Rp 5,5 Miliar, Pemkot Jogja Perbesar SAH Soepomo: Diganti Box Culvert, Jalan Sekaligus Diaspal Ulang

“Makanya droping belum banyak. Kalau stok air di masyarakat masih ada, otomatis permintaan juga minim,” katanya dihubungi Minggu (28/9).

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono menambahkan, hingga 26 September 2025 baru Kapanewon Rongkop yang mengajukan bantuan. Sementara 17 kapanewon lain belum mengajukan permintaan droping.

Dia menyebut, anggaran yang disiapkan untuk 1.500 tangki air mencapai Rp 300 juta. Namun anggaran untuk masing-masing daerah disesuaikan dengan lokasinya.

 Baca Juga: Prediksi Sassuolo vs Udinese Serie A Minggu 28 September Kick Off 17.30, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Jika dekat dengan sumber air dan medan mudah diakses, biayanya sekitar Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu per tangki. “Kalau jauh dan sulit, bisa lebih dari Rp 200 ribu,” papar Purwono.

Mengacu pada perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lanjutnya, musim hujan diprediksi akan mulai masuk pada dasarian III Oktober 2025. Artinya, kurang dari satu bulan lagi musim hujan diperkirakan tiba.

“Kami tetap antisipasi kondisi cuaca yang tak menentu. Kalau sewaktu-waktu terjadi kekeringan lokal, bantuan siap disalurkan,” kata Purwono. (bas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Pemerintah Kabupaten (Pemkab) #Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) #Gunungkidul #tangki air bersih #musim kemarau #air bersih #BPBD Gunungkidul