GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menganggarkan 1.500 tangki air bersih untuk musim kemarau. Namun sampai saat ini, baru delapan tangki yang tersalurkan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Sumadi menyebut, droping air menyesuaikan permintaan resmi dari masyarakat. Minimnya permintaan air bersih, disebut karena masih adanya hujan saat kemarau.
“Makanya droping belum banyak. Kalau stok air di masyarakat masih ada, otomatis permintaan juga minim,” katanya dihubungi Minggu (28/9).
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono menambahkan, hingga 26 September 2025 baru Kapanewon Rongkop yang mengajukan bantuan. Sementara 17 kapanewon lain belum mengajukan permintaan droping.
Dia menyebut, anggaran yang disiapkan untuk 1.500 tangki air mencapai Rp 300 juta. Namun anggaran untuk masing-masing daerah disesuaikan dengan lokasinya.
Jika dekat dengan sumber air dan medan mudah diakses, biayanya sekitar Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu per tangki. “Kalau jauh dan sulit, bisa lebih dari Rp 200 ribu,” papar Purwono.
Mengacu pada perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lanjutnya, musim hujan diprediksi akan mulai masuk pada dasarian III Oktober 2025. Artinya, kurang dari satu bulan lagi musim hujan diperkirakan tiba.
“Kami tetap antisipasi kondisi cuaca yang tak menentu. Kalau sewaktu-waktu terjadi kekeringan lokal, bantuan siap disalurkan,” kata Purwono. (bas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita