Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Anak-Anak Desa Suka Membaca di Perpustakaan, Gunungkidul Terima Bantuan Rp 1,1 Miliar dan 27 Ribu Buku 

Yusuf Bastiar • Jumat, 26 September 2025 | 04:25 WIB
Aktivitas sore hari di Perpustakaan Melati Kalurahan Patuk anak-anak desa menghabiskan waktu bermain di perpustakaan. 
Aktivitas sore hari di Perpustakaan Melati Kalurahan Patuk anak-anak desa menghabiskan waktu bermain di perpustakaan. 
 
 
 
GUNUNGKIDUL - Upaya meningkatkan budaya literasi di Kabupaten Gunungkidul mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Didampingi Perpustakaan Nasional, daerah ini menerima bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik senilai 1,1 miliar serta 27.000 eksemplar buku untuk pengembangan perpustakaan daerah.
 
Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Bidang Perpustakaan Dispussip Gunungkidu Arif Yahya. Menurut Arif, bantuan tersebut diberikan dalam kunjungan kerja Komisi X DPR RI yang dipimpin Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian, didampingi anggota DPR RI MY Esti Wijayanti beserta 10 anggota lainnya, di Kantor Sekretariat Daerah Gunungkidul pada Rabu kemarin (24/9). 
 
Baca Juga: Sosialisasi Beasiswa Pendidikan, Anggota DPRD DIY Pastikan Bantuan Dapat Tepat Sasaran
 
“Kunjungan kerja spesifik itu fokus pada penguatan riset dan literasi, termasuk layanan perpustakaan di daerah,” ujar Arif saat ditemui di Perpustakaan Daerah Gunungkidul pada Kamis, (25/9/2025).
 
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat. Menurutnya, literasi tidak hanya berhubungan dengan peningkatan minat baca, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
 
Meski sebelumnya Gunungkidul telah memperoleh bantuan gedung perpustakaan, Endah menilai dukungan lain masih sangat dibutuhkan. Dalam diskusi dengan Komisi X, ia menekankan pentingnya kebijakan yang lebih responsif untuk memperkuat layanan literasi sekaligus mendukung riset di daerah.
 
Baca Juga: Lakukan Kunjungan ke BBPPM Yogyakarta, Komisi V DPR Turut Bahas Konflik Transmigran Sleman di Konawe
 
“Kami terus berupaya mengembangkan layanan perpustakaan daerah, mendorong gerakan literasi di sekolah dan desa, serta bersinergi dengan komunitas penulis, penerbit, dan pegiat literasi. Namun, kami menyadari masih ada tantangan, mulai dari keterbatasan sarana, SDM, hingga disparitas minat baca masyarakat,” kata Endah.
 
Kepala Perpustakaan Melati Kalurahan Patuk, Oktavia Eka Purnami mengaku bahagia mendapat kabar ini. Sebab, menurutnya dengan adanya batuan tersebut perpustakaan-perpustakaan di tingkat kalurahan tidak akan lagi sepi buku. Tak hanya itu, Oktavia juga berharap kedepan ada bantuan yang digelontorkan pihak Pemerintah Kabupaten untuk mengembangkan dan menghidupkan kembali perpustakaan desa.
 
“Perpustakaan di kalurahan itu sangat potensial, pertama ada dan berdiri di tengah warga, anak-anak atau warga sendiri sudah akrab. Jadi mereka gak akan malu main ke perpustakaan. Main aja dulu, nanti juga bakal baca-baca buku,” tandasnya lugas. (bas)
Editor : Heru Pratomo
#DAK #perpustakaan desa #literasi #Gunungkidul #buku #MY Esti Wijayanti #Dispusip