Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PDAM Tirta Handayani Gunungkidul Pasang Sensor Water Level, Perkuat Pengawasan Sumber Air Tanah

Yusuf Bastiar • Kamis, 25 September 2025 | 03:15 WIB

 

Pemasangan SWL di sumur bor Rusunawa Kalurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul pada Rabu (24/9).
Pemasangan SWL di sumur bor Rusunawa Kalurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul pada Rabu (24/9).

GUNUNGKIDUL - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani Gunungkidul terus berbenah dalam menjaga keberlanjutan layanan air bersih bagi masyarakat. Salah satu langkah terbaru yang dilakukan adalah pemasangan Sensor Water Level (SWL) atau piezometer di beberapa titik sumur bor dalam. Termasuk di Sumur Bor Rusunawa yang menjadi salah satu sumber air baku penting di Kabupaten Gunungkidul.

Humas PDAM Tirta Handayani Gunungkidul Rachmad Tofik menjelaskan, keberadaan piezometer memberikan nilai tambah yang sangat strategis bagi perusahaan. Piezometer ini akan menjadi mata dan telinga kami di lapangan. Dengan data yang lebih presisi, PDAM bisa mengatur kapan pompa dijalankan. "Seberapa besar debit air yang diambil, dan bagaimana menjaga keseimbangan cadangan air tanah agar tidak dieksploitasi berlebihan,” kata Rachmad Rabu (24/9).

 Baca Juga: Wajah Perkotaan Mulai Ditata, Pemkab Gunungkidul Susun RTBL Koridor Wonosari-Gading

Menurut Rachmad, pemasangan teknologi pemantau ini dilakukan oleh tim maintenance dan electrical PDAM. Piezometer merupakan instrumen yang berfungsi untuk mengukur tinggi muka air tanah secara real time dan akurat.

Alat ini, lanjut dia, memungkinkan kondisi naik-turunnya permukaan air tanah terpantau dengan baik. Sehingga kapasitas pengambilan air bisa diatur secara optimal dan kerusakan pompa akibat kekurangan pasokan air dapat dihindari.

Selain memantau ketersediaan air baku secara terus-menerus, alat ini dipilih PDAM Tirta Handayani karena teknologi ini mendukung efisiensi energi. Tak hanya itu, kata Rachmad SWL juga dapat mencegah praktik over-pumping yang berisiko menurunkan kualitas maupun kuantitas air tanah.

“Secara data teknis, alat ini juga memberikan informasi yang lebih akurat untuk mendukung perencanaan dan pengembangan jaringan pelayanan,” tegasnya.

 Baca Juga: Viral Dugaan Pemaksaan Ciuman di Unsri: Senior HIMATETA Minta Maaf, Kegiatan Dibekukan, Mahasiswa Terancam Dipecat

Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Toto Sugiharta menambahkan, langkah ini merupakan bagian dari inovasi yang terus didorong perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan publik. Bagi dia, selain manfaat teknis, penerapan teknologi ini juga memiliki dampak jangka panjang terhadap kelestarian lingkungan.

Dengan pengambilan air yang terkendali, potensi kerusakan ekosistem akibat penurunan muka air tanah dapat diminimalisasi. Hal ini penting bagi wilayah Gunungkidul yang memiliki kondisi geologi khas berupa kawasan karst. Ketersediaan air tanah seringkali dipengaruhi faktor musim dan perubahan iklim.

 

“Kami berkomitmen menghadirkan inovasi dalam pengelolaan air bersih. Dengan adanya piezometer, pengawasan sumber air menjadi lebih presisi sehingga pelayanan kepada pelanggan bisa lebih optimal, berkelanjutan, dan efisien,” ujarnya.

 

Rencana ke depan, PDAM Tirta Handayani akan memperluas pemasangan piezometer di sumur-sumur bor lainnya. Program ini menjadi bagian dari strategi modernisasi sistem pengelolaan air bersih di Gunungkidul. “Kami ingin memastikan setiap sumber air yang kami kelola benar-benar terpantau dengan baik,” tutupnya. (bas)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Sensor Water Level #Layanan Air Bersih #PDAM Tirta Handyani Gunungkidul #kawasan karst #piezometer #PDAM Tirta Handayani #Tirta Handayani Gunungkidul #Perusahaan Daerah Air Minum #PDAM