Akibatnya, jalan raya Slumprit Patuk sebagai akses utama menuju Wonosari tidak bisa dilalui kendaraan.
Unit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul Ipda Nur Ikhwan menjelaskan, bahwa langkah rekayasa jalur diberlakukan sejak awal evakuasi hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.
“Meskipun truk sudah berhasil kami evakuasi, dalam arti berdiri kembali, kami tetap lakukan rekayasa lalu lintas. Pasalnya tangki masih berada di lokasi dan kondisinya berbahaya. Ini langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan pengemudi,” kata Ikhwan saat dikonfirmasi pada Minggu, (21/9/2025).
Dalam rekayasa jalur tersebut, kendaraan dari arah Jogja dialihkan melalui jalur alternatif Kali Pentol.
Sementara kendaraan dari arah Wonosari menuju Jogja diarahkan lewat jalur lama Irung Petruk.
Meski rute alternatif ini memutar lebih jauh, kepolisian menilai pilihan tersebut lebih aman ketimbang melintasi jalur utama yang masih dipadati aktivitas evakuasi truk tangki.
“Kalau pengendara memaksa lewat jalur utama, jelas akan menimbulkan kemacetan parah, dan lebih berbahaya karena truk tangki masih berada di badan jalan. Maka rekayasa jalur ini harus dilakukan,” tegas Ikhwan.
Pihak kepolisian memastikan rekayasa jalur akan diberlakukan hingga proses bongkar muat selesai dan kondisi truk dinyatakan benar-benar aman. Setelah itu, arus lalu lintas Jogja-Wonosari akan kembali normal.
“Otomatis, kalau truk sudah selesai dibongkar muat, rekayasa jalur kami hentikan dan akses utama bisa kembali dilalui. Untuk sementara, masyarakat kami imbau bersabar dan mengikuti arahan petugas,” tutup Ikhwan.
Hingga kini, petugas gabungan masih bersiaga di lokasi. Situasi lalu lintas terpantau terkendali meskipun terjadi kepadatan di beberapa titik jalur alternatif.
Upaya rekayasa jalur menjadi langkah strategis untuk meminimalisasi risiko sekaligus memastikan keselamatan pengendara tetap terjaga.
Kecelakaan yang berlangsung pada jalur padat itu membuat polisi bergerak cepat.
Kasat Lantas Polres Gunungkidul AKP Arfita Dewi mengungkapkan, di tengah lokasi kejadian diberlakukan sterilisasi area dengan radius 500 meter.
Seluruh aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan api, kata Arifta, seperti menyalakan perapian atau membakar sampah, dihentikan demi menghindari risiko kebakaran maupun ledakan.
“Sterilisasi area ini sangat penting untuk keselamatan bersama. Kami mengimbau masyarakat agar mematuhi arahan petugas, tidak menyalakan api, dan menjaga jarak dari lokasi evakuasi,” ujar Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Arfita Dewi, ketika ditemui di lokasi.
Menurut Arfita, penanganan kecelakaan ini memerlukan kehati-hatian ekstra.
Selain berada di jalur utama yang ramai dilalui kendaraan, kejadian berlangsung di akhir pekan ketika arus lalu lintas cenderung meningkat.
Karena itu, Arfita menegaskan pihak kepolisian menurunkan personel tambahan di titik-titik strategis untuk mengatur arus kendaraan agar tetap lancar meski sebagian ruas jalan harus ditutup.
“Meski akhirnya badan truk berhasil didirikan kembali, kondisi tangki mengalami kerusakan parah. Pihak kepolisian masih menunggu proses bongkar muat yang dilakukan Pertamina sebelum benar-benar membuka kembali jalur utama”, tegasnya. (bas)
Editor : Bahana.