Pasalnya, televisi tersebut akan memuat berbagai modul pembelajaran yang terintegrasi dengan data dan bahan dari kementerian.
Program ini disambut positif oleh Dinas Pendidikan Gunungkidul yang menilai langkah tersebut dapat menjadi sarana penting meningkatkan mutu pembelajaran.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Nunuk Setyowati, mengungkapkan ada 145 lembaga PAUD dan 11 SMP yang dipastikan menerima bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Jumlah tersebut masih bisa bertambah, khususnya untuk jenjang SD yang saat ini masih dalam proses pendataan.
“Kami sudah mengirimkan data sekolah yang berpotensi menerima bantuan,” jelas Nunuk saat dikonfirmasi pada Kamis, (18/9/2025).
Sebagai tahap awal, pendataan sudah dilakukan sejak Juli lalu melalui tautan resmi dari Kemendikdasmen.
Kemudian sekolah diminta melaporkan kondisi sarana, listrik, hingga fasilitas lain, menurut Nunuk nantinya pihak kementerian yang menentukan sekolah mana yang layak.
Ia juga menambahkan, secara sumber daya manusia sekolah di Gunungkidul siap memanfaatkan perangkat digital.
Guru-guru disebut sudah terbiasa mengikuti pelatihan terkait digitalisasi.
Namun, ia mengakui kesiapan infrastruktur masih belum merata.
Salah satu satunya tidak semua sekolah di Gunungkidul memiliki fasilitas yang sama, mulai dari jaringan listrik hingga internet.
“Selama ini pembelajaran berbasis digital hanya menggunakan proyektor. Dengan adanya televisi interaktif ini tentu akan sangat membantu,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Agus Subariyanta, mengatakan program bantuan televisi tersebut belum sampai pada tahap distribusi.
Namun, secara konsep, ia menilai langkah ini dapat menjadi jawaban atas keterbatasan bahan ajar di ruang kelas.
Agus menekankan, digitalisasi adalah tuntutan zaman. Baginya, metode pembelajaran tidak hanya harus menyesuaikan dengan kondisi para siswa saja. Melainkan juga harus memperhatikan perkembangan zaman.
Sehingga dengan adanya bantuan ini, ia menilai dunia pendidikan di Gunungkidul semakin berkembang.
“Televisi interaktif ini nantinya akan terhubung dengan perangkat lunak Kementerian yang berisi banyak modul pembelajaran. Ini salah satu bentuk dukungan pemerintah pusat agar pembelajaran lebih maju dan tidak tertinggal,” ujarnya. (bas)
Editor : Bahana.