GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mulai menerima permintaan droping air bersih. Kalurahan Semugih, Rongkop menjadi wilayah pertama yang menerima air bersih delapan tangki atau 40 ribu liter.
“Pengajuan droping dari Rongkop ini yang pertama kali sejak awal kemarau (Maret, Red),” beber Kepala Bidang Logistik BPBD Gunungkidul Sumadi Rabu (17/9).
Baca Juga: Peringati HUT PMI ke-80, PMI DIY Ajak Generasi Muda Menjaga Warisan Kemanusiaan
Dia memastikan, penyaluran air bersih pekan ini akan dilakukan sesuai jadwal. Mengingat kebutuhan air di wilayah tersebut mulai mendesak. Karena sumur yang berangsung mengering.
Khusus kemarau tahun ini, kata Sumadi, telah disiapkan 1.500 tangki air bersih. Sehingga jika terjadi kekeringan, masyarakat bisa melakukan pengajuan lewat kalurahan maupun kapanewon.
“Prinsipnya kami bergerak berdasarkan laporan resmi dari pemerintah kalurahan maupun kapanewon. Begitu ada pengajuan, langsung kami tindaklanjuti,” bebernya.
Baca Juga: Sarah Sadiqa Resmi Dilantik Jadi Kepala LKPP, Karier Mulus hingga Puncak
Sementara itu, kekeringan juga dialami oleh warga di Padukuhan Karangpilang Kidul, Rejosari, Semin. Kini, masyarakat setempat mulai mendandalkan bantuan air bersih dari pihak swasta. “Baru kemarin kami dapat bantuan 8 ribu liter, hari ini ditambah 16 ribu liter dari Al Islam Peduli,” sebut Ketua RT 02 Agung Rejeki.
Dia menuturkan, dalam kondisi normal, musim kemarau di wilayahnya biasanya baru terasa pada Oktober. Namun tahun ini kekeringan sudah mulai dirasakan sejak September. “Kami berharap bantuan dari BPBD bisa segera turun,” ujarnya. (bas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita