Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mual, Pusing hingga Demam, Sebanyak 19 Siswa SD hingga SMA di Semin Keracunan, Diduga usai Mengosumsi MBG

Yusuf Bastiar • Kamis, 18 September 2025 | 10:30 WIB
Distribusi MBG
Distribusi MBG

 

GUNUNGKIDUL - Dugaan keracunan makanan terjadi di Satuan Pelayanan Pemberian Gizi (SPPG) Gunungkidul, di Pandanan, RT 02/RW 12, Kalurahan Sumberejo, Kapanewon Semin, Gunungkidul. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (15/9). Korbannya 19 siswa dari jenjang SD hingga SMA.

 Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Ismono mengatakan, hasil penyelidikan epidemiologi (PE) yang dilakukan dugaan korban keracunan usai menyantap MBG. Sembilan belas siswa itu terdiri dari enam laki-laki dan 13 perempuan. Rinciannya, 15 anak SD, 3 SMP, dan 1 SMA.

Seluruh siswa sempat mengalami gejala yang mengarah pada keracunan pangan. Mulai dari muntah, nyeri perut, pusing, dan demam.

“Semua anak sudah mendapatkan perawatan di UPT Puskesmas Semin I dan saat ini dalam kondisi sehat serta sudah kembali masuk sekolah,” jelas Ismono saat dikonfirmasi pada Rabu, (17/9).

 

Kini Dinkes Gunungkidul telah mengamankan sejumlah sampel makanan dari menu yang dikonsumsi siswa di SPPG. Seperti nasi, tumis wortel, melon, semur tahu, ayam karaage, serta air minum. Menurut Ismono seluruh sampel makanan tersebut telah dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) Jogjakarta untuk diperiksa lebih lanjut.

 

Dinkes juga langsung melakukan konfirmasi laporan, wawancara kasus, pemberian pengobatan dan perawatan, investigasi epidemiologi di sekolah, pemeriksaan instalasi kesehatan lingkungan (IKL) di SPPG.

 

“Untuk menjamin rasa aman, kami akan melakukan pendataan melalui formulir daring kepada penerima manfaat program MBG,” tegas Ismono.

 

Terkait kondisi kesehatan 19 siswa tersebut, Ismono mengaku seluruh siswa kini telah pulih. Kendati demikian, penyebab pasti dugaan keracunan makanan ini masih menunggu hasil uji laboratorium dari BLKK Jogjakarta.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul tersebut menegaskan akan terus memantau perkembangan kasus sembari memperketat pengawasan terhadap distribusi makanan di sekolah-sekolah penerima program MBG.

 Baca Juga: Event Porda DIY Hadirkan Banyak Pengunjung di Gunungkidul, Volume Sampah Dipastikan Tetap Stabil

Terkait koordinasi dapur MBG, Komandan Kodim Gunungkidul Letkol Inf Roni Hermawan menjelaskan, tidak semua dapur berada di bawah pendampingan TNI. Beberapa unit, termasuk dapur MBG di Semin, dikelola melalui kerja sama Polri dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami tetap memantau dan melaporkan ke satuan atas soal posisi, operasional dapur, serta menu yang disajikan setiap hari,” kata Roni.

 Baca Juga: Kasus Kepsek SMPN 1 Prabumulih, Tere Liye: Mana Ada Dicopot Mendadak!

Sementara itu, saat dimintai konfirmasi, Humas Polres Gunungkidul AKP Barsana mengaku, belum menerima informasi terkait kasus dugaan keracunan pangan di SPPG Semin.

Kemudian, pernyataan tersebut juga dibantah oleh dia. Menurutnya, Polres Gunungkidul tidak terlibat dalam program MBG. “Enggak, yayasan. Kalau Polres Gunungkidul enggak ada yang terlibat MBG,” tegas Barsana saat dikonfirmasi. (bas/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#Semin #Mbg #Dugaan keracunan #Gunungkidul #SPPG