Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

19 Siswa di Semin Gunungkidul Diduga Alami Keracunan saat Mengonsumsi MBG, Begini Penjelasan Pihak Pemkab

Yusuf Bastiar • Rabu, 17 September 2025 | 20:24 WIB
Ilustrasi keracunan makanan.
Ilustrasi keracunan makanan.

GUNUNGKIDUL - Dugaan keracunan makanan terjadi di Sekolah Penggerak Pemberian Gizi (SPPG) Gunungkidul, tepatnya di Pandanan, RT 02/RW 12, Kalurahan Sumberejo, Kapanewon Semin, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin lalu 15 September 2025 dan melibatkan 19 siswa dari jenjang SD hingga SMA.

Kebenaran hak ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Ismono.

Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi (PE) yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Ismono menyebut dugaan korban keracunan MBG dari 19 siswa itu terdiri dari 6 laki-laki dan 13 perempuan.

Rinciannya, 15 anak SD, 3 SMP, dan 1 SMA. Seluruh siswa sempat mengalami gejala yang mengarah pada keracunan pangan, seperti muntah, nyeri perut, pusing, dan demam.

“Semua anak sudah mendapatkan perawatan di UPT Puskesmas Semin I dan saat ini dalam kondisi sehat serta sudah kembali masuk sekolah,” jelas Ismono saat dikonfirmasi pada Rabu, (17/9/2025).

Kini Dinkes Gunungkidul telah mengamankan sejumlah sampel makanan dari menu yang dikonsumsi siswa di SPPG.

Sampel tersebut antara lain nasi, tumis wortel, melon, semur tahu, ayam karaage, serta air minum.

Menurut Ismono seluruh sampel makanan tersebut telah dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) Yogyakarta untuk diperiksa lebih lanjut.

Adapun langkah cepat yang ditempuh Dinkes bersama Puskesmas, kata dia, pihaknya tengah melakukan konfirmasi laporan, wawancara kasus, pemberian pengobatan dan perawatan, investigasi epidemiologi di sekolah, pemeriksaan instalasi kesehatan lingkungan (IKL) di SPPG.

“Untuk menjamin rasa aman, kami akan melakukan pendataan melalui formulir daring kepada penerima manfaat program makan bergizi (MBG),” tegas Ismono.

Terkait kondisi kesehatan 19 siswa tersebut, Ismono mengaku seluruh siswa kini telah pulih.

Kendati demikian, penyebab pasti dugaan keracunan makanan ini masih menunggu hasil uji laboratorium dari BLKK Yogyakarta.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul tersebut menegaskan akan terus memantau perkembangan kasus sembari memperketat pengawasan terhadap distribusi makanan di sekolah-sekolah penerima program MBG.

Terkait koordinasi dapur MBG, Komandan Kodim Gunungkidul Letkol Inf Roni Hermawan menjelaskan, bahwa tidak semua dapur berada di bawah pendampingan TNI.

Beberapa unit, termasuk dapur MBG di Semin, dikelola melalui kerja sama Polri dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kalau dapur yang bekerja sama dengan Polri, pendampingan ada di Polres Gunungkidul. Kami tetap memantau dan melaporkan ke satuan atas soal posisi, operasional dapur, serta menu yang disajikan setiap hari, namun untuk keterangan teknis kami tidak bisa menyampaikan karena itu kewenangan kami,” kata Roni.

Sementara itu, saat dimintai konfirmasi, Humas Polres Gunungkidul AKP Barsana mengaku, belum menerima informasi terkait kasus dugaan keracunan pangan di SPPG Semin. Kemudian, pernyataan tersebut juga dibantah oleh dia. Menurutnya, Polres Gunungkidul tidak terlibat dalam program MBG.

“Gak, yayasan. Kalau Polres Gunungkidul gak ada yang terlibat MBG,” tegas Barsana saat dikonfirmasi. (bas)

Editor : Bahana.
#keracunan mbg #Semin #Gunungkidul #keracunan