Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pernah Kebanjiran, Bupati Gunungkidul Bersihkan Luweng untuk Cegah Banjir

Yusuf Bastiar • Sabtu, 13 September 2025 | 16:10 WIB
Gerakan Bersih Kali Gunung Ringin di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Jumat (12/9). Kegiatan ini sekaligus memperingati World Cleanup Day (WCD) 2025 yang diikuti lebih dari 200 peserta lintas ele
Gerakan Bersih Kali Gunung Ringin di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Jumat (12/9). Kegiatan ini sekaligus memperingati World Cleanup Day (WCD) 2025 yang diikuti lebih dari 200 peserta lintas ele

 

 

GUNUNGKIDUL - Upaya menjaga keseimbangan alam dan melindungi masyarakat dari ancaman banjir terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Melalui gerakan Jumat Bersih, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih turun langsung memimpin aksi bersih-bersih luweng di Kapanewon Semanu, Jumat (12/9).

Menurut Endah, awal 2025 lalu Gunungkidul sempat dilanda banjir besar akibat curah hujan tinggi. Air tidak tertampung karena jalur saluran tersumbat, sementara luweng yang seharusnya menjadi penampungan alami tertutup sedimentasi, sampah, dan material kayu.

“Dampaknya, genangan meluas hingga ke pemukiman dan lahan pertanian warga,” tegas Endah.

Belajar dari peristiwa tersebut, Endah menegaskan pembersihan luweng kini dijadikan prioritas agenda Jumat Bersih. Pada kegiatan kemarin, jalur air dibersihkan bersama warga setempat. Dia juga meninjau luweng yang akan segera dikeruk mulai bulan depan. Rencana pengerukan dilakukan sedalam tiga hingga empat meter untuk memperbesar kapasitas tampung air.

Selain itu, pemerintah kabupaten kini tengah menyiapkan pembangunan talut yang menghubungkan aliran air hingga ke kawasan Luweng Gunung Ringin. Tahap teknis yang disusun meliputi pemasangan bronjong di bibir luweng, revitalisasi lubang dengan kedalaman hampir sembilan meter, serta pengangkatan batuan dan material sampah yang menutup saluran.

“Jalur air di sekitar luweng juga akan diperbaiki agar aliran kembali lancar,” ujar Endah.

Bupati Endah menegaskan, pekerjaan teknis tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum. Target pengerjaan penuh membutuhkan waktu sekitar empat bulan dan akan berlanjut hingga 2026. Meski demikian, sejumlah langkah darurat dipastikan rampung lebih cepat demi mengantisipasi datangnya musim hujan.

“Gerakan Jumat Bersih akan dirutinkan. Minimal dengan membersihkan luweng dari sampah, kita menjaga alam tetap lestari. Jangan menunggu bencana datang,” ujarnya.

Lurah Pacarejo Suhadi menyebut, aliran air dari luweng tersebut berdampak langsung terhadap 9 RT di Dusun Wangen Lor, 8 RT di Wangen Kidul, dan 4 RT di Wilayu. Tidak hanya rumah warga, tetapi juga sawah dan ladang pertanian kerap terdampak luapan air saat musim penghujan.

Baca Juga: BRI Super League: Uilliam Barros Bawa Persib Kalahkan Persebaya Dalam Debut Empat Pemain Baru Termasuk Haye dan Eliano, Persik Taklukkan Malut United

Dalam kondisi kemarau, mata Suhadi, luweng yang sama justru menjadi penopang kehidupan warga. Air yang tersimpan di dalam rongga karst digunakan untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus irigasi pertanian. Namun, karena dangkal dan sering tertutup material bawaan hujan, fungsi penampungan itu terus berkurang dari tahun ke tahun.

“Jika pengerukan dan penjagaan ini konsisten, manfaatnya besar, baik untuk mengurangi risiko banjir maupun menjaga ketersediaan air bagi warga dan pertanian,” kata Suhadi. (bas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Jumat Bersih #Pacarejo #luweng #bupati gunungkidul #Endah Subekti Kuntariningsih