GUNUNGKIDUL - Puluhan personel TNI dari Kodim 0730/Gunungkidul disiagakan untuk menjaga kondusifitas wilayah menyusul maraknya aksi unjuk rasa di sejumlah daerah di Indonesia. Pengamanan difokuskan pada objek vital di Kabupaten Gunungkidul sejak Sabtu (30/8).
Komandan Kodim 0730/Gunungkidul Letkol Inf. Roni Hermawan mengatakan, total 45 personel dikerahkan ke tiga titik utama, masing-masing papolres, kompleks kantor pemkab dan kantor DPRD Gunungkidul. Setiap titik dijaga oleh 15 personel. Selain itu, terdapat 30 personel siap gerak yang disiagakan untuk merespons cepat jika diperlukan.
“Langkah ini merupakan bentuk antisipasi. Saat ini tidak ada kegiatan penyampaian aspirasi di Gunungkidul. Harapannya, kondisi tetap aman sehingga masyarakat bisa beraktivitas, bekerja, dan roda ekonomi tetap berputar,” kata Roni saat dihubungi pada Senin, (1/9).
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan, meski situasi nasional sedang bergejolak, Gunungkidul tetap harus menjadi daerah yang damai dan rukun. Ia mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi, terutama dalam menyikapi informasi di media sosial.
“Saya ingin menegaskan bahwa Gunungkidul adalah tanah damai, tempat kita hidup rukun dalam keberagaman dan menjunjung tinggi nilai gotong royong,” ujar Endah.
Mantan Ketua DPRD Gunungkidul itu menekankan pentingnya dialog dan musyawarah dalam menyampaikan aspirasi, bukan dengan cara kekerasan. Pemerintah Kabupaten bersama TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat berkomitmen menjaga ketertiban serta keamanan. Menurutnya kehadiran aparat TNI di lapangan menjadi langkah preventif agar masyarakat tetap merasa aman.
Sementara itu, seruan Endah diharapkan memperkuat komitmen bersama menjaga ruang hidup yang tenteram. Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan partisipasi warga, katana Endah, Gunungkidul diharapkan tetap terjaga sebagai wilayah yang damai, rukun, dan kondusif di tengah dinamika sosial nasional.
Peran aktif masyarakat, kata dia, sangat penting agar Gunungkidul senantiasa menjadi daerah yang damai, sejuk, dan penuh persaudaraan. “Mari jadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa persatuan dan kedamaian adalah modal utama kita dalam membangun masa depan Gunungkidul yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” imbuhnya. (bas/pra)
Editor : Heru Pratomo