Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sektor Kebudayaan di Gunungkidul Tak Terganggu meski Danais 2026 Bakal Dipangkas  

Yusuf Bastiar • Selasa, 26 Agustus 2025 | 02:13 WIB

Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul Agus Mantara saat ditemui di perhelatan Paperda IV DIJ 2025, Senin (25/8/2025).
Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul Agus Mantara saat ditemui di perhelatan Paperda IV DIJ 2025, Senin (25/8/2025).
GUNUNGKIDUL - Meski pemangkasan danais cukup besar, Dinas Kebudayaan Gunungkidul memastikan sektor kebudayaan di wilayahnya tidak akan terdampak signifikan.

Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul Agus Mantara menjelaskan, program pelestarian budaya tetap bisa berjalan karena pengelolaan danais di bidang kebudayaan menjadi prioritas di kabupaten.

"Walaupun ada pemotongan, untuk urusan kebudayaan di Gunungkidul masih relatif aman,” ujarnya, Senin (25/8/2025).

Menurut Agus, pada tahun anggaran 2025 Gunungkidul menerima alokasi danais Rp 17 miliar. Angka itu turun dari 28 miliar pada tahun sebelumnya.

Meski terjadi pengurangan hingga hampir 50 persen, kegiatan inti tetap berjalan.

Agus menambahkan, kewenangan penuh pengelolaan danais bidang kebudayaan hanya dimiliki oleh dinas kebudayaan, sehingga distribusi anggaran lebih terfokus.

"Kami tetap memprioritaskan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan," jelasnya.

Beberapa program yang menjadi prioritas, antara lain, kegiatan adat seperti rasulan di seluruh kapanewon, pembentukan Kalurahan Budaya, serta pengembangan Desa Mandiri Budaya.

Agus menyebut setiap kelurahan dapat mengajukan proposal sesuai kebutuhan. “Ada yang bisa dapat Rp 1 miliar per tahun, ada juga yang sekitar Rp 600 juta. Itu tergantung program yang diajukan,” ujarnya.

Selain itu, danais juga akan digunakan untuk pelatihan seni, pemeliharaan warisan budaya, serta festival kebudayaan daerah.

Menurut Agus, langkah ini diambil agar target pembentukan Kalurahan Budaya di seluruh Gunungkidul dapat tercapai sesuai standar minimal kebudayaan yang ditetapkan provinsi.

"Identitas budaya harus tetap dijaga. Karena itu, meskipun dana terbatas, program prioritas tidak boleh terhenti," tegasnya. (bas/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#dinas kebudayaan #Danais #Kalurahan Budaya #Budaya #dana keistimewaan #Gunungkidul #desa mandiri budaya #festival kebudayaan daerah #pemeliharaan warisan budaya #Warisan Budaya #Seni #kebudayaan #pelatihan seni #pemangkasan danais #Agus Mantara #danais 2025