GUNUNGKIDUL - Kabupaten Gunungkidul segera memiliki Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI). Lokasi yang diusulkan berada di Kalurahan Songbanyu, Kapanewon Girisubo yang selama ini menjadi kawasan Pelabuhan Sadeng.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul Wahid Supriyadi mengatakan, kawasan tersebut dipilih karena mendukung keberadaan Pelabuhan Sadeng. “Lokasi yang diusulkan seluas satu hektare memanfaatkan tanah kas desa,” ujarnya saat dihubungi Senin (25/8).
Pembangunan kampung nelayan ini mencakup berbagai fasilitas penunjang aktivitas perikanan. Di antaranya pabrik es batu dan cold storage, bengkel mesin kapal, perbaikan akses jalan, sentra kuliner perikanan, kios perbekalan melaut, serta balai nelayan.
Selain itu, juga akan dilengkapi sarana pengelolaan sampah, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), penyediaan mandi cuci kakus (MCK) umum, air bersih, hingga penerangan jalan umum (PJU). Wahid menjelaskan, proses yang sedang berjalan saat ini adalah pengurusan izin pemanfaatan lahan ke gubernur DIY karena lahan yang digunakan merupakan tanah kas desa.
“Izin ini sudah diurus sejak Juni. Rabu pekan lalu tim Dinas Pertanahan Dan Tata Ruang DIY melakukan survei lapangan. Selanjutnya menunggu SK gubernur,” jelasnya.
Rencana pembangunan ini mendapat respons positif dari masyarakat nelayan. Ketua Kelompok Nelayan Mina Harja Pantai Sadeng Sarpan menyebut, keberadaan fasilitas seperti pabrik es sangat penting untuk menjaga kualitas ikan. “Kebutuhan es balok bagi nelayan itu mendasar supaya ikan tetap segar dari laut sampai darat,” ujarnya.
Menurut Sarpan, Pelabuhan Sadeng adalah pelabuhan terbesar di Gunungkidul dengan ratusan kapal dan nelayan yang beroperasi setiap hari. Dia pun berharap, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih dapat memperkuat sektor perikanan tangkap dan meningkatkan kesejahteraan nelayan di Gunungkidul. “Semua sarana prasarana ini sangat membantu aktivitas kami melaut,” tegasnya. (bas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita