Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bagi Penglajon dari Gunungkidul, Waspadai Ceceran Solar di Jalur Ini, Kerap Timbulkan Kecelakaan

Yusuf Bastiar • Rabu, 20 Agustus 2025 | 03:38 WIB

 

ANTISIPASI LAKA: Relawan menutup ceceran solar di jalan raya patuk menggunakan serbuk kayu, Senin siang (18/8).
ANTISIPASI LAKA: Relawan menutup ceceran solar di jalan raya patuk menggunakan serbuk kayu, Senin siang (18/8).

GUNUNGKIDUL - Ceceran solar di Jl Jogja-Wonosari, persisnya di Kapanewon Patuk, memakan korban. Empat pengendara sepeda motor tergelincir di ruas jalan yang penuh dengan tikungan itu.

Salah satunya terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami cidera bahu.

Koordinator Relawan Jalan Raya Slumprit (RJRS) Patuk Ana Prayoga menyebut, titik tumpahan tersebar di beberapa lokasi. Senin (18/8) siang, misalnya, ditemukan ceceran solar dari sekitar patung penari hingga tikungan leter S.

Menjelang malam, tumpahan juga terpantau di tikungan Bokong Semar hingga perbatasan kota Gunungkidul, serta jalur menurun dekat Bukit Bintang.

”Kalau siang masih terlihat, tapi malam lebih berbahaya. Solar tak kelihatan, pengendara baru sadar setelah terjatuh di tikungan,” jelas Ana melalui sambungan telepon, Selasa (19/8).

Relawan RJRS sudah terbiasa menghadapi kondisi ini. Setiap ada laporan, mereka segera menuju lokasi dan menaburkan serbuk gergaji untuk menyerap solar agar jalan tak licin.

Namun, kata Ana, masalah ini terus berulang. Hampir setiap tikungan di jalur Patuk berpotensi dipenuhi tumpahan solar. Bahkan bisa membentang ratusan meter.

“Kami sering menegur sopir kendaraan besar. Banyak yang tidak sadar solar menetes saat jalan menurun atau tangki penuh,” tambahnya.

Upaya relawan ini menjadi garda terdepan penanganan awal. Tanpa langkah cepat mereka, korban bisa lebih banyak.

Meski begitu, relawan mengakui keterbatasan peralatan dan berharap ada langkah preventif dari pemilik kendaraan besar.

Humas Polsek Patuk Aiptu Purwanto mengatakan, kepolisian telah bekerja sama dengan relawan Slumprit untuk menyiapkan stok serbuk gergaji di sejumlah titik rawan.

“Minimal dua sampai tiga karung selalu tersedia. Ada delapan titik yang kami anggap rawan tumpahan solar,” jelasnya.

Menurutnya, kecelakaan paling sering terjadi di tikungan Trisakti dan sekitar SMP Negeri 2 Patuk. Tikungan di lokasi itu tidak menanjak maupun menurun.

Namun, sudut tikungan sangat tajam. Sehingga, pengendara mudah tergelincir jika ada solar tercecer.

Berdasar data Polsek Patuk, ada 8 titik tikungan di sepanjang jalur Patuk yang rawan kecelakaan akibat ceceran solar.

Ia menambahkan, pihak kepolisian biasanya menerima laporan resmi bila korban mengalami luka berat dan harus dirawat di rumah sakit.

“Kalau hanya luka ringan, biasanya tidak dilaporkan,” katanya. (bas/zam) 

Editor : Herpri Kartun
#solar #Gunungkidul #Patuk Gunungkidul #Polsek Patuk #Jalan Raya Slumprit #Ceceran Solar di Jalan