GUNUNGKIDUL - Upacara peringatan HUT ke 80 Republik Indonesia di tengah laut Pantai Baron, Tanjungsari, tidak hanya menjadi momentum sakral bagi ratusan peserta dan wisatawan. Tetapi juga ajang gotong royong masyarakat pesisir.
Paguyuban Nelayan Wisata Bahari Pantai Baron ikut ambil bagian dengan menggratiskan seluruh jasa penyeberangan peserta upacara. Sebanyak 38 kapal jungkung milik nelayan diterjunkan khusus untuk mengantar peserta dari bibir pantai menuju hamparan pasir di tengah laut.
Baca Juga: Bendera Merah Putih Dibawa Anggota SAR dengan Berenang, Ratusan Peserta Ikut Upacara 17 Agustus di Tengah Lautan Pantai Baron
Sekitar 50 nelayan ikut terlibat langsung sejak pagi, memastikan mobilisasi berjalan lancar. "Sudah 13 tahun kami menggratiskan penyeberangan setiap ada upacara kemerdekaan di Baron.
Ini bentuk sokongan kami sebagai nelayan pesisir. Kami bangga bisa ikut menyemarakkan kemerdekaan dengan cara kami,” ujar Iswanto, 38, perwakilan Paguyuban Nelayan Wisata Bahari Pantai Baron saat ditemui di tanggul laut Pantai Baron, Minggu (17/8/2025).
Menurut Iswanto, meski di awal sempat terjadi antrean, proses penyeberangan berjalan cepat karena jarak tempuh tak mencapai 100 meter. Setiap kapal, kata Iswanto, berkapasitas delapan orang mampu bolak-balik hingga enam kali.
Baca Juga: Bendera One Piece di Perahu Nelayan Pantai Congot Berubah Menjadi Bendera Merah Putih, TNI AL Sebut Tak Melakukan Penggantian
Menariknya, meski para nelayan sudah tidak melaut selama sepekan terakhir akibat angin kencang, mereka tetap mengutamakan upacara. “Setelah prosesi selesai, kami dapat sumbangan BBM 165 liter dari Basarnas. Itu bentuk perhatian, tapi sejak awal kami memang tidak berharap imbalan apa pun,” jelas Iswanto.
Ia mengaku sehari sebelumnya para nelayan telah melakukan kerja bakti bersih-bersih kapal, pasang bendera Merah Putih, dan mengisi penuh bahan bakar. Satu kapal, Iswanto menyebut hanya menghabiskan sekitar dua liter BBM selama melayani penyeberangan peserta upacara.
Baca Juga: Tabola Bale Goyang Istana Merdeka pada Perayaan HUT ke-80 RI 17 Agustus 2025
Kemudian usai prosesi bendera, para nelayan kembali membuka layanan penyeberangan wisatawan. Anggota paguyuban lainnya Widodo mengatakan, arus kunjungan cukup ramai karena banyak wisatawan sengaja datang untuk menyaksikan upacara unik ini.
"Setelah upacara selesai, kami langsung melayani wisatawan. Tarifnya Rp 10.000 per orang, sudah termasuk pulang pergi. Alhamdulillah ramai, jadi ada pemasukan juga untuk nelayan," katanya. (bas/laz)