Dalam memastikan identitas jenazah, aparat kepolisian menyatakan Rumah Sakit Bhayangkara akan melakukan tes DNA.
Kemudian, akan dicocokkan dengan keluarga korban. Kapolsek Tanjungsari, AKP Agus Fitriyatna, menyebut kondisi jenazah sudah tidak bisa dikenali secara visual akibat kerusakan berat pada tubuh.
“Akan dilakukan pencocokan DNA dengan keluarga Azka Nurfadillah, wisatawan yang dilaporkan hilang di Pantai Siung sejak Minggu 27 Juli kemarin,” ungkap Agus saat dikonfirmasi pada Selasa, (5/8/2025).
Jenazah saat ini telah dibawa ke RS Bhayangkara dan direncanakan akan menjalani otopsiuntuk keperluan identifikasi lebih lanjut, termasuk pemeriksaan DNA.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi I, Sunu Handoko, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai identitas jenazah.
Kepastian hanya bisa didapat melalui hasil otopsi dan uji DNA.
“Penemuan mayat belum bisa dipastikan sebagai survivor yang kami cari. Kami masih menunggu hasil otopsi,” ujar Sunu saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Penemuan jenazah ini terjadi sehari setelah Tim SAR menutup operasi pencarian terhadap Azka Nurfadillah.
Pencarian selama sembilan hari dinyatakan berakhir pada Minggu (3/8) pukul 16.30 tanpa hasil.
Namun, keesokan harinya, pada Senin pagi, personel Satlinmas dari Pantai Siung yang tengah menjalankan patroli laut rutin menerima laporan masyarakat mengenai sesosok mayat mengapung di kawasan Pantai Krakal.
Menurut Sunu, tidak adanya laporan kejadian kecelakaan laut lain di wilayah DIY memperkuat dugaan bahwa jenazah tersebut berkaitan dengan kasus hilangnya Azka di Pantai Siung.
“Keluarga korban juga sudah diberitahu dan masih menunggu kepastian hasil identifikasi,” imbuh Sunu.
Terpisah, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUD Wonosari, Mujiyanti, mengatakan setelah jenazah transit di RSUD Wonosari dan dipindahkan ke RS Bhayangkara, pihaknya tidak ada komunikasi lanjutan dengan RS Bhayangkara.
Sebab, kata Mujiyanti surat rujukan ke RS Bhayangkara atas permintaan pihak keluarga Azka.
“Sehingga hasilnya langsung disampaikan kepada pihak keluarga dan pihak-pihak yang berkepentingan,” tegas Mujiyanti saat ditemui di RSUD Wonosari. (cr1)
Editor : Bahana.