GUNUNGKIDUL – Seorang perempuan asal warga Pondok Ranggon, Jakarta Timur Azka Nurfadillah (28), hilang saat berwisata di Pantai Siung, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul.
Hingga Minggu sore, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian intensif di kawasan sekitar Watu Togok, sebuah lokasi tebing terjal di sisi timur Pantai Siung yang dikenal berbahaya dan terlarang bagi pengunjung.
Informasi hilangnya Azka pertama kali diterima oleh SATLINMAS Rescue Istimewa Wilayah Operasi I, pada Minggu (27/7) pukul 10.30.
Koordinator Satlinmas Rescue Wilayah I, Sunu Handoko, melaporkan pihaknya menerima informasi mencurigakan terkait sepeda motor pengunjung yang telah terparkir selama empat hari tanpa diambil.
Menurut laporan, Azka tiba di Pantai Siung pada Kamis, (24/7) sekitar pukul 17.30 dan menyewa tenda untuk berkemah. Pada Jumat pagi pukul 07.00, Azka sempat mendatangi petugas SAR dan menanyakan arah menuju Watu Togok sambil menunjukkan sebuah video di ponselnya.
Namun, petugas melarang keras karena lokasi tersebut berisiko tinggi dan dilarang diakses pengunjung.
Meski demikian, pada pukul 13.00 di hari yang sama, seorang nelayan melaporkan kepada tim SAR melihat sosok perempuan di kawasan Watu Togok. Tim SAR pun segera menuju lokasi, memberikan imbauan, dan berhasil membujuk Azka untuk kembali ke Pantai Siung.
Azka terakhir kali terlihat pada Sabtu dini hari, pukul 02.00, berada di depan tenda oleh tim SAR. Namun pada pukul 07.00 WIB, saat waktu sewa tenda habis dan tenda dibongkar pemilik, Azka sudah tidak terlihat lagi.
Keberadaan motor Honda Vario 160 milik Azka yang terparkir sejak Kamis hingga Minggu tanpa diambil pemiliknya memicu kecurigaan. Motor tersebut ditemukan dalam kondisi tidak dikunci stang dan kunci kontak masih terpasang.
Di bagian atas motor ditemukan helm dan tas berisi dompet berisi identitas, telepon genggam, serta pakaian milik Azka.
Informasi tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Tepus untuk proses identifikasi lebih lanjut. Berdasarkan temuan tersebut, pencarian langsung difokuskan ke area Watu Togok.
Pencarian dilakukan secara intensif melalui jalur darat serta bantuan drone untuk menjangkau area terjal yang sulit dijangkau manusia. Hingga Minggu sore, proses pencarian masih berlangsung, namun Azka belum berhasil ditemukan.
Koordinator Satlinmas, Sunu Handoko, menyampaikan bahwa tim akan terus melakukan pencarian hingga ada kepastian. Pihak keluarga sudah diberi kabar dan proses pencarian akan dilanjutkan dengan koordinasi semua pihak.
Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan sepenuhnya pada aparat serta tim penyelamat.
“Kami sudah kerahkan semua sumber daya yang ada, baik dari jalur darat maupun udara. Kondisi geografis di sekitar Watu Togok memang cukup ekstrem, jadi butuh kehati-hatian dalam pencarian,” ujar Sunu saat dihubungi pada Minggu, (27/7). (cr1/pra)
Editor : Heru Pratomo