Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi gelombang mencapai ketinggian hingga 4,5 meter yang diperkirakan terjadi antara 18 hingga 20 Juli 2025.
Meski saat ini kondisi mulai membaik, kewaspadaan tetap dijaga.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah I, Sunu Handoko, menjelaskan bahwa gelombang laut saat ini terpantau menurun dibandingkan hari sebelumnya.
“Pekan lalu terjadi peninggian gelombang setinggi 3,5 hingga 4 meter. Sekarang di kisaran 2 hingga 2,5 meter. Secara umum masih aman untuk kunjungan wisatawan, namun kami terus lakukan pemantauan rutin setiap hari,” ujar Sunu di Posko Satlinmas pada Minggu, (27/7/2025).
Menurutnya, dari tren yang diamati, gelombang diperkirakan akan kembali naik pada Rabu, 30 Juli 2025, dengan ketinggian mencapai 3 meter.
Meskipun demikian, wisatawan masih diperbolehkan berkunjung dengan catatan tidak berada di zona berbahaya serta tidak berenang di laut.
Secara umum, gelombang normal di kawasan selatan Gunungkidul berada di kisaran 75 cm hingga 1,5 meter.
Di atas angka tersebut, aktivitas nelayan dan pemancing mulai menurun drastis.
“Gelombang tinggi yang mencapai 4 meter ke atas itu yang masuk kategori berbahaya. Kalau masih 3 meter asal tetap pada jalur aman, seharusnya tidak masalah,” tambah Sunu.
Hari ini, Sunu menyebut, nelayan di Pantai Siung memilih tidak melaut akibat gelombang yang masih tinggi dan kondisi teluk yang sempit.
Kondisi ini menyulitkan kapal untuk keluar masuk dengan aman. Berbeda halnya dengan Pantai Wediombo, yang memiliki teluk lebih luas.
Di kawasan ini, menurut Sunu, sebagian nelayan masih melaut, menjadikannya sebagai tolok ukur aktivitas laut bagi wilayah Gunungkidul.
“Kalau nelayan di Wediombo berhenti, biasanya seluruh nelayan di wilayah Gunungkidul ikut berhenti.
Karena memang secara geografis, Wediombo dianggap sebagai indikator utama keamanan laut karena teluknya luas,” jelas Sunu.
Sementara itu, pantauan Satlinmas Rescue Wilayah I mencatat kunjungan wisatawan masih cukup ramai di sejumlah pantai.
Untuk menjamin keselamatan pengunjung, tim SAR disiagakan di beberapa titik vital.
Tercatat 12 personel dikerahkan di Pantai Wediombo, 9 personel di Pantai Siung, 9 di Pantai Sadeng, dan 5 di Pantai Jungwok.
Dari wilayah lain, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II, Marjono, mengonfirmasi adanya peningkatan gelombang hingga 3,5 meter pada pukul 10.00 pagi.
Masyarakat, wisatawan, serta pelaku kegiatan laut diimbau untuk terus memperhatikan informasi terkini dari BMKG dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
“Puncaknya tadi pagi, tapi menjelang sore gelombang sudah mulai landai. Kami tetap siaga,” ujarnya. (cr1)
Editor : Bahana.