Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bantuan Beras dari Pemerintah Terbanyak di DIY, Dibagikan ke Gunungkidul

Yusuf Bastiar • Rabu, 23 Juli 2025 | 06:45 WIB

 

Bantuan Beras dari Pemerintah Terbanyak di DIY, Dibagikan ke Gunungkidul
Bantuan Beras dari Pemerintah Terbanyak di DIY, Dibagikan ke Gunungkidul

 

GUNUNGKIDUL - Sebanyak 95.920 warga Kabupaten Gunungkidul mulai menerima bantuan beras dari pemerintah dalam program bantuan pangan beras (BPB) 2025. Penyaluran perdana dilakukan Selasa pagi di Balai Kalurahan Kepek, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul.

Bantuan beras yang berasal dari cadangan beras pemerintah (CBP) ini ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memenuhi kebutuhan pokok mereka. Masing-masing penerima mendapatkan 20 kilogram beras yang mencakup alokasi untuk dua bulan sekaligus pada rentang Juni dan Juli 2025.

“Bantuan ini untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan agar masyarakat tidak semakin terbebani di tengah tekanan ekonomi,” ujar Bupati Gunungkidul, Endah Subekti di hadapan warga penerima bantuan, Senin, (22/7).

Kepala Perum Bulog Kanwil Jogjakarta Ninik Setyowati, juga turut hadir di balai Kalurahan Kepek. Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa Gunungkidul menjadi kabupaten dengan jumlah penerima terbanyak di DIJ yaitu sekitar 29 persen dari total 331.795 penerima di seluruh provinsi. Menurutnya, jika dilihat secara nasional, tahun ini BPB menyasar 18,27 juta jiwa. M

eski menurun dari tahun lalu, bantuan ini tetap menyasar kelompok masyarakat yang terdata dalam data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN). “Beras yang dibagikan adalah beras medium dari cadangan beras pemerintah,” ujar Ninik.

Distribusi beras dilakukan oleh Bulog dengan mempertimbangkan ketersediaan stok di gudang. Sebagian beras disuplai dari Gudang Bulog Logandeng, dan sebagian lainnya dari Jogjakarta, untuk menjamin pemerataan stok di seluruh wilayah.

“Meskipun sederhana, kualitasnya tetap layak konsumsi dan dikelola dengan sistem distribusi yang terkoordinasi,” tambahnya.

Meski menyambut baik bantuan ini, Endah menekankan, bantuan sosial tidak boleh disalahgunakan. Bahkan, harus diprioritaskan untuk kebutuhan pokok. Ia meminta perangkat desa hingga tokoh masyarakat untuk ikut mengawasi dan mengevaluasi pemanfaatan bantuan oleh para penerima.

Menurut Endah, perubahan mentalitas adalah kunci keluar dari kemiskinan. Bantuan pemerintah hanya bersifat sementara dan menjadi jembatan, bukan solusi permanen.

Baca Juga: Job Fair Tak Perlu Mewah, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan: Kalau Bisa Jangan Sekali Setahun

Lurah Kepek, Bambang Setiawan Budi Santoso mengungkapkan terdapat 891 warga Kepek yang menerima bantuan. Sedangkan di wilayah Kapanewon Saptosari sendiri terdapat 6.269 warga yang terdaftar sebagai penerima.

Ia juga menegaskan bupati sudah menegaskan agar terdapat warganya yang menghabiskan uang untuk rokok atau skincare, maka akan ada evaluasi bersama. “Keberadaan bantuan seperti ini masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya. (cr1/pra)

Editor : Heru Pratomo
#bupati #Bapanas #bulog #Endah Subekti #Gunungkidul #Saptosari Gunungkidul #bantuan beras